AHY Soroti Kebijakan Impor Prabowo: Antara Kebutuhan Nasional dan Dinamika Global

Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI), memberikan tanggapan terkait wacana Presiden Prabowo Subianto untuk membuka keran impor secara lebih lebar. Menurut AHY, kebijakan tersebut perlu dipertimbangkan secara matang dengan memerhatikan dampaknya bagi perekonomian nasional dan posisi Indonesia di kancah global.

"Kebijakan impor yang lebih terbuka harus disikapi dengan bijak, terutama dalam konteks menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan nasional," ujar AHY usai menghadiri diskusi bertema Dinamika dan Perkembangan Dunia Terkini: Geopolitik, Keamanan, dan Ekonomi Global di Jakarta. Ia menekankan bahwa meskipun kebijakan tersebut bertujuan untuk mempermudah akses bahan baku dan menciptakan iklim usaha yang kondusif, pemerintah juga perlu memastikan bahwa langkah ini tidak mengorbankan produktivitas dalam negeri.

AHY juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara kebijakan impor dan upaya meningkatkan daya saing produk lokal. Beberapa poin yang ia sampaikan meliputi: - Pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan tanpa hambatan berarti. - Peningkatan produktivitas sektor domestik untuk mengurangi ketergantungan pada impor. - Ekspansi pasar ekspor produk Indonesia ke negara-negara sekitar.

Dalam kesempatan terpisah, Presiden Prabowo Subianto mengusulkan penghapusan aturan kuota impor untuk komoditas tertentu, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat. Menurutnya, kebijakan ini akan mendorong persaingan sehat dan memudahkan pelaku usaha dalam mengakses bahan baku. "Tidak perlu lagi ada pembatasan kuota impor. Biarkan pasar yang menentukan," tegas Prabowo dalam Sarasehan Ekonomi di Menara Mandiri, Jakarta.