Kebijakan Tarif Impor AS Picu Lonjakan Pengiriman PC Global di Awal 2025

Pasar komputer pribadi (PC) global menunjukkan pertumbuhan pesat sebesar 9,4% pada kuartal pertama 2025, menurut laporan terbaru dari firma riset Canalys. Lonjakan ini terutama dipicu oleh akselerasi pengiriman produk ke Amerika Serikat, menyusul rencana penerapan kebijakan tarif impor baru oleh pemerintahan Donald Trump.

Analis Canalys, Ishan Dutt, menjelaskan bahwa vendor-vendor teknologi berupaya mengantisipasi dampak kebijakan tersebut dengan mempercepat distribusi produk sebelum tarif resmi diberlakukan. Meskipun Trump kemudian mengecualikan beberapa produk teknologi dari kebijakan ini, ketidakpastian awal sempat memicu reaksi cepat dari pelaku pasar.

Daftar Faktor Pendorong Pertumbuhan Pasar PC: - Akselerasi pengiriman ke AS menjelang pengumuman kebijakan tarif. - Permintaan sementara yang tinggi dari distributor dan konsumen. - Persiapan upgrade sistem operasi menyambut akhir dukungan Windows 10 pada Oktober 2025.

Namun, Canalys memperingatkan bahwa pertumbuhan ini bersifat sementara. Dutt memproyeksikan perlambatan di kuartal berikutnya akibat penyesuaian harga dan stabilisasi stok. Kebijakan tarif sementara sebesar 10% untuk sebagian besar mitra dagang AS—kecuali China yang tetap dikenai tarif hingga 125%—juga diperkirakan memengaruhi dinamika pasar.

Lima Vendor PC Terbesar Kuartal I-2025: 1. Lenovo memimpin dengan 15,2 juta unit (24,2% market share), tumbuh 10,7%. 2. HP Inc. di posisi kedua dengan 12,76 juta unit (20,3% market share), naik 6,1%. 3. Dell menguasai 15,2% pasar dengan 9,55 juta unit, meningkat 4%. 4. Apple mencatat pertumbuhan tertinggi (22,1%) dengan 6,55 juta unit (10,4% market share). 5. Asus melengkapi lima besar dengan 4,03 juta unit (6,4% market share), tumbuh 10,8%.

Performa Apple yang luar biasa didorong oleh permintaan tinggi terhadap lini Mac, sementara Asus menunjukkan pertumbuhan stabil meski dengan volume lebih rendah. Analis memprediksi pasar akan menghadapi tantangan baru seiring penerapan kebijakan tarif dan perubahan pola konsumsi.