IHSG Berfluktuasi di Awal Pekan, Sentimen Pasar Dipengaruhi Kebijakan Perdagangan Global

Pergerakan IHSG pada perdagangan Senin (14/4/2025) menunjukkan dinamika yang beragam di awal sesi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka pada level 6.225,33, kemudian mengalami pelemahan tipis sebelum akhirnya bergerak ke zona positif dalam hitungan menit. Pada pukul 09.00 WIB, indeks sempat menyentuh level terendah 6.225,33 dan tertinggi 6.271,58, mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi di menit-menit pertama perdagangan.

Beberapa faktor teknis dan makroekonomi turut mempengaruhi pergerakan pasar. Berikut adalah beberapa poin penting yang tercatat:

  • Volume transaksi mencapai 648 juta lembar saham dengan nilai turnover Rp 744,5 miliar.
  • Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 49.924 kali.
  • Komposisi saham menunjukkan 263 emiten menguat, 84 melemah, dan 216 stagnan.

Di sisi eksternal, kebijakan perdagangan global menjadi sorotan utama. Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengeluarkan kebijakan yang mengecualikan tarif impor tinggi untuk beberapa produk elektronik asal China, termasuk smartphone dan semikonduktor. Meskipun demikian, tarif sebesar 20% tetap berlaku untuk barang-barang tersebut akibat isu fentanil yang belum terselesaikan. Kebijakan ini dinilai sedikit meredakan ketegangan perdagangan antara AS dan China, yang selama ini menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan global.

Sementara itu, Indonesia masih dalam proses negosiasi dengan pemerintah AS terkait tarif impor produk-produk lokal. Delegasi yang terdiri dari perwakilan Kemenko Perekonomian dan Kementerian Keuangan tengah berupaya menunda penerapan tarif sebesar 32% untuk ekspor Indonesia ke AS. Langkah ini diharapkan dapat memberikan ruang bagi kedua negara untuk mencapai kesepakatan yang lebih menguntungkan.