Unsika Hadapi Keterbatasan Ruang Kuliah dengan Solusi Kreatif Kelas Kontainer

Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) mengambil langkah inovatif dengan memanfaatkan kontainer sebagai ruang kuliah darurat. Kebijakan ini mulai diberlakukan pada pertengahan April 2025 sebagai respons atas keterbatasan infrastruktur kampus yang tak lagi mampu menampung jumlah mahasiswa yang terus bertambah.

Sebanyak 36 unit kelas kontainer telah disiapkan di Kampus 2 Unsika dengan berbagai fasilitas penunjang. Setiap ruang yang dibangun dari gabungan dua kontainer berukuran 20 feet ini memiliki luas 30 meter persegi dan mampu menampung hingga 30 mahasiswa. Fasilitas yang tersedia meliputi:

  • Sistem pendingin ruangan
  • Pencahayaan memadai
  • Toilet dalam unit
  • Ruang transit untuk dosen
  • Sistem peredam panas dan suara

Rektor Unsika, Prof. Ade Maman Suherman, menjelaskan bahwa solusi ini bersifat sementara sambil menunggu pembangunan gedung permanen. "Kami sedang memproses pembangunan gedung baru yang diperkirakan memakan waktu dua tahun," ujarnya. Kendala utama yang dihadapi adalah proses lelang dan efisiensi anggaran yang mengharuskan perubahan sistem pembiayaan dari one year menjadi multi years.

Mahasiswa dari Fakultas Kesehatan, Pertanian, dan Teknik menjadi prioritas utama dalam penggunaan fasilitas ini. Devisca, mahasiswa Program Studi Kebidanan, mengungkapkan kesan positifnya: "Meski dari luar terlihat sederhana, ternyata kondisi di dalam cukup nyaman dengan adanya AC dan pencahayaan yang baik."

Solusi kreatif ini sempat menuai pro-kontra di masyarakat, terutama setelah desain awalnya viral di media sosial. Namun pihak kampus menegaskan bahwa penggunaan kelas kontainer telah melalui pertimbangan matang dan memenuhi standar kelayakan untuk kegiatan akademik.