PMI DKI Jakarta Lakukan Transisi Sistem Donor Darah Nasional dengan Penyesuaian Layanan
Jakarta – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi DKI Jakarta tengah menjalani proses migrasi sistem informasi donor darah menuju platform terpadu secara nasional. Proses ini diperkirakan memakan waktu hingga satu bulan, dengan target optimalisasi layanan dalam dua minggu ke depan.
Ni Ken Ritchie, Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI DKI Jakarta, menegaskan bahwa transisi ini merupakan langkah strategis untuk menyelaraskan sistem pelayanan donor darah di seluruh Indonesia. "Integrasi sistem membutuhkan ketelitian tinggi karena melibatkan ribuan kantong darah harian dan jaringan rumah sakit," ujarnya. Proses migrasi sempat mengalami kendala teknis akibat bertepatan dengan libur panjang Idul Fitri, sehingga memerlukan penanganan ekstra.
Dampak Sementara pada Layanan
Selama masa penyesuaian, distribusi darah ke rumah sakit mengalami perlambatan. Proses yang biasanya otomatis kini dilakukan secara manual, termasuk verifikasi data pendonor dan kecocokan golongan darah. Andi Angger Sutawijaya, Ketua Bidang Anggota dan Relawan PMI DKI Jakarta, menjelaskan, "Stok darah fisik tetap tersedia, tetapi validasi manual memakan waktu lebih dari 24 jam."
Langkah Mitigasi
Untuk meminimalisir gangguan, PMI DKI Jakarta telah mengambil sejumlah tindakan:
- Menyiapkan tim tambahan untuk penanganan manual.
- Membentuk response team khusus permintaan darurat.
- Mengaktifkan layanan bantuan via Call Center 021-3906666 dan WA Halo Donor 0856-8864-678.
- Mengimbau masyarakat tetap mendonor, terutama untuk pasien thalassemia dan kasus gawat darurat.
Ni Ken menambahkan, sistem baru dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan distribusi darah secara nasional. "Kami berkomitmen memulihkan layanan secepat mungkin tanpa mengorbankan akurasi data," tegasnya.