Pemerintah Percepat Penyelesaian Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Kawasan Eurasia

Jakarta – Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah menggenjot penyelesaian perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement/FTA) dengan Eurasian Economic Union (EAEU). Targetnya, seluruh poin kesepakatan dapat dituntaskan pada semester pertama tahun 2025.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, proses negosiasi telah memasuki tahap akhir. "Tinggal satu putaran lagi sebelum FTA ini bisa disimpulkan," ungkap Airlangga dalam keterangannya di Jakarta. Ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo menginstruksikan agar seluruh termin perjanjian rampung dalam waktu dekat. Setelah itu, pemerintah masih harus menyelesaikan tahap legal scrubbing sebelum dokumen resmi ditandatangani.

Potensi Kerja Sama Ekonomi Strategis

  • Rusia sebagai mitra utama dalam EAEU memiliki investasi signifikan di sektor energi, termasuk minyak dan gas bumi.
  • Bidang lain yang menjadi fokus meliputi keamanan siber, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.
  • Badan Pengelola Investasi Danantara kemungkinan akan terlibat dalam proyek strategis bersama Rusia, terutama di sektor aluminium dan energi.

Agenda Diplomasi Mendatang

Presiden Prabowo dijadwalkan mengunjungi Rusia pada Juni 2025. Kunjungan ini diharapkan menjadi momen penandatanganan prinsip kesepakatan FTA. Sebelumnya, kedua negara akan menggelar sidang komite bersama pada pertengahan April untuk membahas 14 dari 15 bab perjanjian. "Target kami, seluruh bab dapat disepakati sebelum kunjungan presiden," tambah Airlangga.