Otoritas Israel Cabut Akses Khatib Al-Aqsa Usai Kritik terhadap Operasi Militer di Gaza
Otoritas Israel memberlakukan larangan masuk terhadap Syekh Muhammad Salim ke Masjid Al-Aqsa selama tujuh hari. Kebijakan ini diambil setelah sang khatib menyampaikan khutbah yang mengkritik keras operasi militer Israel di Gaza. Larangan tersebut resmi diberlakukan pada Jumat (12/4/2025), dengan pihak kepolisian Israel menahan Syekh Muhammad di salah satu pintu masuk masjid sebelum melakukan interogasi di sebuah markas polisi di Yerusalem Timur. Meski akhirnya dibebaskan, Syekh Muhammad tetap dilarang menginjakkan kaki di kompleks masjid selama periode yang ditentukan.
Pejabat Departemen Wakaf Islam, lembaga yang bertanggung jawab atas pengelolaan Masjid Al-Aqsa, menyatakan bahwa larangan ini berpotensi diperpanjang tergantung keputusan otoritas Israel. Dalam khutbahnya, Syekh Muhammad mengecam keras perang di Gaza yang telah menelan korban jiwa mencapai puluhan ribu warga Palestina dan menghancurkan infrastruktur wilayah tersebut. Kritik inilah yang diduga menjadi pemicu utama pemberlakuan sanksi oleh Israel.
- Larangan serupa sebelumnya juga pernah diterapkan terhadap Syekh Ekrima Sabri, Imam Besar Masjid Al-Aqsa, yang dilarang masuk selama enam bulan akibat vokal menentang kebijakan pendudukan Israel.
- Korban jiwa di Gaza terus bertambah, dengan laporan terbaru menyebutkan 39 warga Palestina tewas dan 118 lainnya terluka dalam serangan 24 jam terakhir.
- Total korban sejak Oktober 2023 telah mencapai 50.983 tewas dan 116.274 luka-luka, mayoritas dari kalangan perempuan dan anak-anak.
Situasi kemanusiaan di Gaza semakin memprihatinkan dengan terhambatnya layanan darurat akibat serangan yang terus menargetkan ambulans dan tim penyelamat. Konflik ini, yang telah berlangsung sejak Oktober 2023, terus mengundang kecaman internasional meski seruan gencatan senjata dari PBB dan Mahkamah Internasional belum membuahkan hasil signifikan.