Indonesia Percepat Transisi Energi Bersih Melalui Pengembangan Ekosistem Hidrogen Hijau

Jakarta — Pemerintah Indonesia semakin serius dalam mengembangkan hidrogen hijau sebagai bagian dari strategi transisi energi menuju ekonomi rendah karbon. Hal ini ditegaskan oleh pejabat tinggi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam forum internasional yang membahas masa depan energi bersih.

Dalam Global Hydrogen Ecosystem Summit 2025 yang digelar di Jakarta, Eniya Listiani Dewi selaku Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan hidrogen hijau. Forum tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan global untuk membahas penguatan ekosistem hidrogen berkelanjutan.

Beberapa poin kunci yang dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi:

  • Potensi energi terbarukan Indonesia yang dapat menjadi basis produksi hidrogen hijau
  • Implementasi Strategi Hidrogen Nasional yang telah diluncurkan akhir 2023
  • Kolaborasi multisektor untuk membangun rantai nilai hidrogen yang kompetitif
  • Pencapaian bauran energi terbarukan yang telah mencapai 15% dari total energi nasional

"Pengembangan hidrogen hijau tidak hanya untuk memenuhi target dekarbonisasi nasional, tetapi juga sebagai kontribusi Indonesia terhadap upaya global mengatasi perubahan iklim," tegas Eniya. Dokumen Strategi Hidrogen Nasional yang telah dirilis menjadi panduan bagi semua pemangku kepentingan dalam mengembangkan industri hidrogen di tanah air.

Dekarbonisasi melalui hidrogen hijau menjadi salah satu solusi penting karena mampu mengurangi emisi secara signifikan, terutama di sektor-sektor yang sulit dialihkan ke listrik seperti industri berat dan transportasi jarak jauh. Pemerintah terus mendorong inovasi dan investasi di bidang ini untuk mempercepat realisasi target energi bersih.