Penurunan Signifikan Kunjungan Wisatawan Australia dan Eropa ke AS di Era Kepemimpinan Trump

Tingkat kunjungan wisatawan dari Australia dan Eropa ke Amerika Serikat mengalami penurunan yang signifikan sejak Donald Trump kembali memimpin negara tersebut. Data terbaru menunjukkan bahwa pada Maret 2025, jumlah wisatawan Australia yang berkunjung ke AS turun sebanyak 7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini merupakan yang terbesar sejak masa pandemi Covid-19 pada 2021.

Tren ini tidak hanya terjadi di Australia, melainkan juga di berbagai negara Eropa. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap penurunan ini antara lain:

  • Nilai tukar dolar Australia yang melemah, membuat biaya liburan ke AS menjadi lebih mahal.
  • Kebijakan imigrasi yang ketat, termasuk insiden penahanan dan deportasi warga Australia yang memicu kekhawatiran.
  • Ketidakpastian politik, yang membuat calon wisatawan berpikir ulang untuk mengunjungi AS.

Selain itu, beberapa kelompok khusus, seperti akademisi dan profesional, serta individu dengan identitas gender beragam, semakin enggan berkunjung karena kekhawatiran akan kebijakan baru yang dikeluarkan oleh pemerintahan Trump. Sementara itu, destinasi lain seperti Asia Timur dan Eropa Utara justru mengalami peningkatan minat dari wisatawan Australia.

Para analis perjalanan menyatakan bahwa situasi ini lebih buruk dari prediksi awal, dengan dampak yang mungkin akan berlanjut sepanjang tahun. Perusahaan-perusahaan Australia juga mulai mempertimbangkan untuk mengalihkan fokus bisnis mereka ke kawasan lain seperti Asia atau Timur Tengah, mengindikasikan perubahan tren jangka panjang dalam pola perjalanan internasional.