Bayi di Baubau Lahir dengan Atresia Ani, Butuh Bantuan Biaya Perawatan
Bayi di Baubau Butuh Uluran Tangan untuk Perawatan Atresia Ani
Seorang bayi laki-laki bernama Ahmad Ammar, warga Kelurahan Nganganaumala, Kecamatan Batuporao, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, tengah berjuang melawan kondisi medis langka sejak kelahirannya. Ahmad menderita atresia ani, kondisi di mana bayi lahir tanpa lubang anus. Keadaan ini memaksa bayi pertama pasangan Tawakal (30) dan Husna (19) untuk menjalani operasi colostomi hanya sehari setelah dilahirkan.
Awalnya, keluarga tidak menyadari kondisi Ahmad. Menurut penuturan Tawakal, sang ayah, saat lahir, Ahmad tampak normal. “Keluarga tidak tahu kalau lubang anusnya tidak ada. Bidan yang membantu melahirkan membersihkan badannya, namun saat dicek, lubang anus di belakang tidak ada,” ungkap Tawakal pada Senin (3/3/2025). Namun, kondisi Ahmad memburuk dengan cepat. Setelah tiga hari menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut, Ahmad mengalami muntah-muntah, perut kembung, dan menolak minum ASI. Kondisi ini memaksa dokter untuk segera melakukan tindakan operasi colostomy.
Operasi colostomy dilakukan melalui perut bagian kiri Ahmad, sebagai solusi sementara untuk mengeluarkan feses. Meskipun kondisi Ahmad membaik setelah operasi, komplikasi muncul beberapa hari setelah pulang. Jahitan operasi terbuka, mengakibatkan infeksi dan membuat Ahmad terus menangis kesakitan. Saat ini, Ahmad tengah dirawat di Rumah Sakit Bahteramas di Kendari. Setelah lukanya pulih, ia dijadwalkan untuk dipindahkan ke Rumah Sakit Wahidin di Makassar untuk perawatan lebih lanjut dan penanganan definitif atresia ani-nya.
Beban berat kini tengah dipikul oleh keluarga Ahmad. Tawakal, yang bekerja sebagai tukang ojek, dan Husna, seorang ibu rumah tangga, kesulitan membiayai perawatan medis anaknya yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Saya tidak punya uang untuk perawatan anak saya dan juga biaya hidup selama di sini. Sekiranya ada yang ikhlas membantu, bisa datang ke rumah atau bagaimana, saya mengucapkan banyak terima kasih,” ujar Tawakal dengan nada penuh harap. Kondisi ini menyoroti pentingnya akses perawatan kesehatan yang memadai dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu.
Kondisi Ahmad Ammar saat ini: * Dirawat di Rumah Sakit Bahteramas, Kendari. * Menunggu pemulihan luka operasi sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin, Makassar. * Membutuhkan perawatan intensif dan biaya pengobatan yang signifikan. * Keluarga membutuhkan bantuan dana untuk biaya perawatan dan hidup selama perawatan.
Kisah Ahmad Ammar ini menjadi pengingat akan pentingnya dukungan dan kepedulian terhadap bayi dan anak-anak yang menderita kondisi medis langka dan membutuhkan perawatan khusus. Donasi dan bantuan dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk meringankan beban keluarga dan memberikan Ahmad kesempatan untuk hidup sehat dan normal.