Kasus Infeksi Cacing Parah pada Balita di Jember: Diduga Bermula Sejak Usia Satu Tahun

Jember – Seorang balita berusia tiga tahun di Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjalani operasi darurat setelah ditemukan ratusan cacing jenis Ascaris lumbricoides memenuhi saluran pencernaannya. Tim medis RSD dr Soebandi memperkirakan infeksi telah berlangsung selama dua tahun, diduga sejak korban mulai aktif bermain di lingkungan terbuka.

Dr. Ali Sadikin, dokter spesialis anak yang menangani kasus ini, menjelaskan bahwa cacing tersebut berkembang dari telur yang tertelan melalui makanan atau tanah terkontaminasi. "Telur menetas menjadi larva di usus, lalu berkembang biak secara masif. Kondisi ini menghambat penyerapan nutrisi dan memicu komplikasi obstruksi usus," paparnya. Gejala awal meliputi pembengkakan perut, muntah, dan gangguan pernapasan yang berujung pada tindakan bedah.

Proses infeksi diprediksi melalui tahapan berikut: - Paparan awal: Kontak dengan tanah atau makanan mengandung telur cacing saat anak berusia satu tahun. - Perkembangan parasit: Telur menetas dan bermigrasi ke usus halus, tumbuh menjadi cacing dewasa dalam 2-3 bulan. - Efek kronis: Koloni cacing menyumbat saluran pencernaan, memicu malnutrisi dan distensi abdomen.

Tim bedah mengeluarkan sekitar 1,5 liter cacing dengan teknik laparotomi. "Volume ini sangat tidak lazim untuk pasien seusianya," tegas dr. Ali. Pencegahan infeksi serupa dapat dilakukan melalui: - Edukasi kebersihan personal bagi pengasuh anak. - Penggunaan alas kaki saat bermain di luar ruangan. - Pemberian obat cacing rutin setiap 6 bulan.