Duran Lantink Resmi Diangkat Sebagai Direktur Kreatif Jean Paul Gaultier
Dunia fashion kembali diguncang dengan keputusan bersejarah dari Jean Paul Gaultier (JPG). Desainer Belanda, Duran Lantink, secara resmi ditunjuk sebagai direktur kreatif permanen untuk rumah mode ikonik asal Prancis tersebut. Penunjukan ini menandai babak baru bagi merek yang dikenal dengan pendekatan avant-garde-nya, sekaligus mengakhiri program kolaborasi tamu yang berlangsung selama tiga tahun.
Lantink bukanlah nama asing di industri mode. Sebelumnya, ia dikenal sebagai desainer independen dengan karya-karya yang kerap menantang norma. Koleksi teranyarnya, yang menampilkan breastplate dinamis di atas runway, menjadi pembicaraan hangat di media sosial dan pameran mode terkemuka. Kreativitasnya yang tak terduga dinilai cocok dengan DNA Jean Paul Gaultier yang selalu mendobrak batasan.
Beberapa pencapaian terkini Lantink antara lain: - Memenangkan International Woolmark Prize 2024, penghargaan bergengsi yang diputuskan oleh panel termasuk Donatella Versace. - Koleksi musim gugur/dingin 2025-2026 yang viral berkat inovasi material dan siluet tak konvensional. - Popularitas yang melonjak di kalangan Gen Z, sejalan dengan kebangkitan minat terhadap karya-karya JPG versi vintage.
Jean Paul Gaultier sendiri menyambut Lantink dengan antusias melalui unggahan Instagram. "Energi liar dan keberaniannya mengingatkan saya pada diri saya di masa muda," tulisnya. Sementara Lantink membagikan momen nostalgia mengenakan topi JPG pertamanya di masa kecil, disertai caption penuh rasa tak percaya.
Tugas besar menanti Lantink: - Memimpin dua lini sekaligus: haute couture dan ready-to-wear (prêt-à-porter), yang terakhir ini kembali dihidupkan setelah vakum sejak 2015. - Koleksi debutnya untuk musim semi/panas 2026 akan dipamerkan September mendatang, diikuti show couture perdananya pada Januari 2026.
Industri mode memprediksi penyegaran arah kreatif di bawah kepemimpinan Lantink. Analis mencatat kesesuaian visinya dengan semangat JPG: bermain dengan gender, budaya pop, dan teknik tradisional yang diberi sentuhan futuristik.