Bank DKI Hadapi Insiden Keamanan Siber, Diduga Melibatkan Oknum Internal
Jakarta – PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bank DKI menghadapi insiden keamanan siber yang diduga melibatkan oknum internal. Direktur Utama Bank DKI, Agus Haryoto Widodo, mengonfirmasi bahwa sistem perbankan sempat mengalami pelanggaran keamanan pada akhir Maret 2025.
Menurut Agus, pihak ketiga yang tidak berwenang berhasil mengakses sistem dengan memanfaatkan celah keamanan. "Ada indikasi kolaborasi antara pihak eksternal dengan individu dalam lingkungan Bank DKI," jelasnya dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (16/4/2025). Ia menekankan bahwa dana yang terdampak merupakan aset bank, bukan milik nasabah, dengan estimasi kerugian di bawah Rp 100 miliar.
Berikut langkah-langkah yang telah diambil oleh Bank DKI: - Pemeriksaan forensik oleh tim ahli untuk melacak sumber kebocoran. - Perbaikan sistem secara menyeluruh untuk mencegah insiden serupa. - Pemulihan layanan nasabah, termasuk transaksi melalui ATM dan kantor cabang yang telah normal sejak 7 April.
Agus juga menyampaikan bahwa aplikasi mobile banking Jakone Mobile masih dalam proses pemulihan, khususnya untuk fitur transfer antarbank. "Kami berupaya menyelesaikan perbaikan secepatnya, targetnya minggu ini atau paling lambat minggu depan," tambahnya.