Aksi Pencurian Besi JPO Daan Mogot, Pemkot Jakbar Libatkan Masyarakat dalam Pengawasan
Aksi pencurian besi di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Daan Mogot, Jakarta Barat, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat untuk menggandeng partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan fasilitas publik.
Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, menekankan pentingnya peran serta warga dalam mengawasi dan melaporkan potensi tindak kejahatan yang menyasar fasilitas umum, termasuk JPO. Ajakan ini muncul sebagai respons terhadap insiden pencurian besi JPO yang meresahkan.
"Keamanan sarana dan prasarana umum adalah tanggung jawab kita bersama. Masyarakat diharapkan ikut berperan aktif dalam pengawasan," ujar Uus, mengutip pernyataan Wakil Gubernur (saat berita ini dibuat, Rano Karno). Ia menambahkan bahwa patroli rutin yang dilakukan petugas memiliki keterbatasan waktu, sehingga celah tersebut berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan perusakan atau pencurian.
Uus mengimbau warga untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar JPO atau fasilitas umum lainnya. Laporan cepat dari masyarakat akan mempercepat penanganan dan meminimalkan kerugian akibat tindak kriminalitas.
Menanggapi rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta untuk memasang kamera pengawas (CCTV) di JPO dan lokasi strategis lainnya, Uus menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai pemasangan CCTV akan meningkatkan efektivitas pengawasan dan memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan.
"Program pemasangan CCTV sangat positif untuk memperluas jangkauan pengawasan kita," katanya. Meskipun demikian, Uus belum dapat memberikan rincian mengenai lokasi-lokasi spesifik di wilayah Jakarta Barat yang akan diprioritaskan untuk pemasangan CCTV. Ia menjelaskan bahwa penentuan titik-titik pemasangan CCTV akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Suku Dinas Bina Marga.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno mengindikasikan bahwa Pemprov DKI Jakarta berencana memasang CCTV di JPO dan titik strategis lainnya. Rencana ini merupakan respons atas maraknya kasus pencurian besi JPO, khususnya di kawasan Daan Mogot. Pemerintah Provinsi Jakarta telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp380 miliar untuk memasang hampir 30 ribu unit CCTV yang tersebar di berbagai lokasi, termasuk taman dan lingkungan RT/RW.
Berikut adalah poin penting terkait rencana pemasangan CCTV oleh Pemprov DKI Jakarta:
- Jumlah CCTV yang akan dipasang: Hampir 30.000 unit.
- Total anggaran: Rp380 miliar.
- Lokasi pemasangan: JPO, taman, dan lingkungan RT/RW.
Rencana ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan ketertiban di Jakarta, serta mencegah aksi vandalisme dan pencurian fasilitas umum.