Israel Tegaskan Blokade Bantuan Kemanusiaan ke Gaza di Tengah Krisis Kemanusiaan

Di tengah meningkatnya kekhawatiran global mengenai krisis kemanusiaan di Jalur Gaza, Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menegaskan bahwa negaranya akan terus memberlakukan blokade terhadap masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut. Kebijakan ini diambil dengan alasan untuk mencegah kelompok Hamas memanfaatkan bantuan tersebut untuk kepentingan mereka.

Gallant menyatakan bahwa Israel tidak akan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza. Menurutnya, tekanan dengan menahan bantuan merupakan salah satu cara utama untuk mencegah Hamas menggunakan bantuan sebagai alat untuk menekan penduduk sipil di Gaza.

Pernyataan tersebut muncul beberapa hari setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa Jalur Gaza sedang menghadapi krisis kemanusiaan terburuk sejak konflik bersenjata dimulai pada Oktober 2023. Israel telah memblokir masuknya bantuan kemanusiaan sejak awal Maret lalu, memperburuk situasi yang sudah genting bagi penduduk sipil Gaza.

Menurut laporan media setempat, Gallant juga menyatakan bahwa Israel berencana untuk melanjutkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza di masa mendatang, tetapi hanya melalui perusahaan sipil. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa makanan dan perlengkapan yang ditujukan untuk warga sipil tidak akan dirampas oleh Hamas.

Kebijakan Israel di Jalur Gaza, menurut Gallant, mencakup beberapa prioritas utama:

  • Upaya untuk membebaskan semua sandera yang ditahan oleh Hamas.
  • Membangun strategi untuk mengalahkan Hamas di masa depan.
  • Menghentikan bantuan kemanusiaan yang dapat memperkuat kendali Hamas atas penduduk Gaza.
  • Membangun infrastruktur untuk distribusi bantuan melalui perusahaan sipil di masa depan.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan langka ke Jalur Gaza bagian utara. Kunjungan ini dilakukan di tengah operasi militer Israel yang terus berlanjut terhadap daerah kantong Palestina tersebut.

Netanyahu bertemu dengan pasukan Israel di Gaza dan menegaskan bahwa Israel akan terus melancarkan serangan militer terhadap Hamas untuk mengamankan pembebasan para sandera dan mencapai semua tujuan perang.

Israel akan terus berupaya untuk membebaskan sandera dan mencapai tujuan-tujuan perang, kata Netanyahu kepada para prajuritnya.