Penertiban Pasar Mardika Ditunda, Pemkot Ambon Intensifkan Sosialisasi kepada Pedagang

Pemerintah Kota Ambon memutuskan untuk menunda penertiban Pasar Mardika yang semula dijadwalkan pada 28 April. Penundaan ini dilakukan untuk memberikan waktu lebih bagi sosialisasi kepada para pedagang terkait relokasi ke dalam gedung pasar yang baru. Meskipun gedung pasar baru telah dibangun dengan kapasitas yang memadai, banyak pedagang memilih untuk tetap berjualan di luar, menyebabkan kesemrawutan dan kemacetan di kawasan tersebut.

Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, menyampaikan bahwa penundaan ini bertujuan untuk memastikan para pedagang memahami sepenuhnya tujuan dari penertiban ini, yaitu untuk mengembalikan ketertiban dan kelancaran lalu lintas di pusat kota. Tim penertiban akan turun langsung ke lapangan pada tanggal 17 dan 22 April untuk melakukan sosialisasi secara lisan kepada para pedagang. Pemerintah kota menekankan bahwa penertiban ini merupakan langkah penting untuk menata kembali wajah kota Ambon dan mengatasi masalah kemacetan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Saat ini, diperkirakan sekitar 900 pedagang masih berjualan di luar area pasar yang telah ditetapkan. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon telah mengalokasikan tempat bagi para pedagang tersebut di dalam gedung pasar baru. Para pedagang bahkan telah mengikuti proses undian untuk menentukan lokasi kios mereka masing-masing. Pemerintah kota berharap dengan adanya sosialisasi yang intensif dan ketersediaan tempat yang memadai di dalam gedung pasar, para pedagang bersedia untuk direlokasi sehingga penertiban dapat berjalan lancar dan efektif.

Berikut beberapa poin penting terkait situasi Pasar Mardika:

  • Penundaan penertiban Pasar Mardika dari tanggal 28 April ke tanggal yang belum ditentukan.
  • Fokus pada sosialisasi kepada pedagang sebelum penertiban dilakukan.
  • Ketersediaan 900 kios baru di dalam gedung pasar bagi pedagang.
  • Masalah kemacetan dan kesemrawutan akibat pedagang berjualan di luar.
  • Upaya pemerintah kota untuk menata kembali wajah kota dan mengatasi kemacetan.