Maybank Indonesia Kucurkan Dana Rp 22,1 Triliun untuk Dorong Bisnis Berkelanjutan di Tahun 2024

Maybank Indonesia menunjukkan komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan dengan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 22,1 triliun untuk Kegiatan Usaha Berkelanjutan (KKUB) sepanjang tahun 2024. Dana ini mencerminkan 19,4% dari total portofolio pembiayaan bank tersebut pada tahun sebelumnya, menegaskan fokus perusahaan pada pertumbuhan yang bertanggung jawab.

Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menekankan bahwa inisiatif pembiayaan ini merupakan bagian integral dari strategi bisnis berkelanjutan perusahaan. Hal ini sejalan dengan visi Maybank untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh aspek operasionalnya. Dengan fokus pada Humanising Financial Services, Maybank berupaya untuk memberikan layanan keuangan yang inklusif dan bertanggung jawab.

Lebih lanjut, Maybank Indonesia mencatat peningkatan signifikan dalam pembiayaan untuk sektor berwawasan lingkungan. Alokasi dana untuk Pengelolaan Sumber Daya Alam Hayati dan Penggunaan Lahan Berkelanjutan mencapai Rp 2,1 triliun, melonjak 143% dibandingkan tahun sebelumnya. Investasi ini menunjukkan dedikasi Maybank terhadap pelestarian lingkungan dan dukungan terhadap praktik pertanian serta pengelolaan lahan yang berkelanjutan.

Maybank Indonesia tidak hanya berfokus pada pertumbuhan finansial, tetapi juga pada dampak positif yang dapat diberikan kepada masyarakat dan lingkungan. Melalui strategi bisnis berkelanjutan, perusahaan berupaya untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi semua pemangku kepentingan.

Maybank Indonesia terus berupaya untuk beradaptasi dengan perubahan dan berinovasi dalam menyediakan layanan yang tidak hanya inklusif, tetapi juga bertanggung jawab. Bank ini berkomitmen untuk membangun bisnis yang menekankan transparansi, keadilan, dan integritas dalam mendukung agenda keberlanjutan jangka panjang, termasuk inisiatif pemerintah dalam mengatasi perubahan iklim. Maybank Indonesia menerapkan Climate Risk Stress Test (CRST) untuk mengukur dan mengelola risiko transisi terkait iklim, memastikan bahwa operasi bisnisnya selaras dengan tujuan global untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mencapai keberlanjutan lingkungan.