Daihatsu Yakin Target Penjualan Mobil Nasional 2025 Tercapai, Optimisme di Tengah Perlambatan Awal Tahun
Astra Daihatsu Motor (ADM) menyatakan keyakinannya terhadap pertumbuhan penjualan mobil nasional pada tahun 2025, meskipun pasar otomotif mengalami perlambatan pada kuartal pertama. Optimisme ini didasarkan pada tren historis dan faktor-faktor pendorong penjualan yang akan datang.
Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penurunan penjualan ritel mobil sebesar 8,9 persen pada kuartal pertama 2025, dengan total 210.483 unit. Meskipun demikian, Gaikindo tetap optimis target penjualan 900.000 unit pada akhir tahun dapat tercapai, melampaui angka penjualan wholesales (pabrik ke dealer) sebesar 865.723 unit dan penjualan ritel (dealer ke konsumen) sebesar 889.680 unit pada tahun sebelumnya.
Direktur Marketing dan Direktur Corporate Planning & Communication ADM, Sri Agung Handayani, menjelaskan bahwa kuartal pertama biasanya bukan periode puncak penjualan. Penjualan pada kuartal selanjutnya biasanya meningkat karena adanya faktor-faktor seperti pameran otomotif.
"Jika kita melihat 210.000 unit pada kuartal pertama, kalau dikali 4 berapa? 840.000 unit," kata Sri Agung.
Sri Agung menambahkan bahwa beberapa faktor dapat memacu penjualan mobil selama setahun penuh, termasuk pameran otomotif berskala internasional.
"Kemudian harus diingat bahwa yang 210 ribu unit tadi karena Januari hanya 64 ribu unit," katanya.
"Itu buat kita mengejutkan karena bagi kami itu kecil, tetapi setelah kita pahami bahwa atensi masyarakat setelah opsen itu clear dan sudah ada subsidi dari pemerintah itu cukup oke," katanya.
Keyakinan Daihatsu terhadap tercapainya target penjualan mobil nasional didukung oleh:
- Tren historis: Kuartal pertama bukan periode puncak penjualan.
- Faktor pendorong penjualan: Pameran otomotif internasional dan regional.
- Dampak kebijakan: Kejelasan aturan opsen dan adanya subsidi pemerintah.