Sinergi Pertamina: Hidroponik Surya Pacu Ketahanan Pangan dan Energi Bersih di Dumai
Pertamina Kilang Internasional (PT KPI) Unit Dumai berkolaborasi dengan Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) menghadirkan inovasi kebun hidroponik bertenaga surya di Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur. Inisiatif ini merupakan bagian integral dari Program Posyandu Sehati, yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal dan mendukung pencapaian target energi bersih.
Proyek inovatif ini memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4,8 kilo watt peak (kWp) untuk mendukung operasional sistem hidroponik. Dengan 400 lubang tanam, kebun ini tidak hanya menyediakan sumber pangan yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar, tetapi juga secara signifikan mengurangi biaya operasional. Data menunjukkan penghematan biaya listrik mencapai Rp400.000 per bulan, sementara hasil panen mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp2,1 juta setiap bulannya.
Dampak Positif dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Menurut Corporate Secretary Pertamina NRE, Dicky Septriadi, inisiatif ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 7, yang menekankan pentingnya akses terhadap energi bersih, terjangkau, andal, dan modern untuk semua. Pemanfaatan energi surya dalam kegiatan hidroponik tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membuka peluang pengembangan di wilayah-wilayah dengan keterbatasan akses listrik.
“Kami di Pertamina NRE sangat bangga dapat berkontribusi nyata dalam peningkatan kapasitas masyarakat melalui program ini. Energi bersih kita hadirkan di masyarakat untuk dimanfaatkan dan manfaatnya nyata,” ungkap Dicky.
Pemberdayaan Masyarakat dan Diversifikasi Produk
Program ini melibatkan sepuluh kader Posyandu yang sebelumnya berfokus pada pelayanan kesehatan dasar. Kini, mereka juga berperan sebagai petani hidroponik dan pengusaha makanan sehat. Hasil panen tidak hanya dipasarkan dalam bentuk segar, tetapi juga diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti jus organik, nugget patin, bakso patin, dan biskuit sorgum yang kaya akan nutrisi.
Salah satu kader Posyandu menjelaskan bahwa biskuit sorgum dibuat khusus untuk mendukung pertumbuhan anak-anak dan mencegah stunting. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Pertamina dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat secara komprehensif.
Integrasi Layanan Primer dan Penurunan Stunting
Melalui skema Integrasi Layanan Primer (ILP), Pertamina juga memberikan pelatihan 25 keterampilan dasar kepada 80 kader Posyandu. Pelatihan ini difasilitasi oleh 15 tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Dumai. Program ini telah memberikan kontribusi signifikan terhadap penurunan angka stunting di Kota Dumai dan mendapatkan apresiasi dari pemerintah berupa penghargaan pada tahun 2023 dan 2024, serta insentif fiskal sebesar Rp5,8 miliar.
Area Manager Communication, Relations, & CSR PT KPI Unit Dumai, Agustiawan, menekankan bahwa program ini adalah bukti nyata kontribusi Pertamina dalam mengatasi masalah stunting dan membangun kemandirian pangan masyarakat. Ia menambahkan bahwa isu stunting tidak dapat diselesaikan hanya dari satu sisi, dan hidroponik bertenaga surya merupakan salah satu upaya untuk mendorong masyarakat memproduksi sendiri sumber pangan sehat secara mandiri dan ramah lingkungan.
Komunitas Sehati: Kolaborasi untuk Masa Depan Berkelanjutan
Program Posyandu Sehati adalah bagian dari Komunitas Sehati, sebuah gerakan kolaboratif yang menggabungkan inovasi, gotong royong, dan pendekatan berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan, kesehatan, dan pencapaian target Net Zero Emission 2060. Dengan menggabungkan energi bersih, pertanian modern, dan pemberdayaan masyarakat, Pertamina menunjukkan komitmennya untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan dan sejahtera bagi masyarakat Dumai.