Eksplorasi Kuliner Dunia: 10 Resep Warisan Nenek dari Berbagai Negara
Fotografer Gabriele Galimberti mengabadikan perjalanan kulinernya ke 60 negara, mendokumentasikan keahlian memasak para nenek di seluruh dunia. Hasil karyanya dibukukan dalam "In Her Kitchen: Stories and Recipes from Grandma's Around the World", menampilkan beragam hidangan unik yang mencerminkan tradisi dan budaya masing-masing negara.
Dari hidangan eksotik seperti iguana hingga hidangan rumahan seperti soto betawi, berikut adalah sepuluh contoh masakan nenek yang menakjubkan:
-
Iguana dengan Nasi dan Kacang (Kepulauan Cayman): Maria Luz Fedric menyajikan hidangan unik berbahan dasar iguana. Proses penangkapan iguana menjadi tantangan tersendiri sebelum diolah dengan bumbu seperti cabai, bawang bombay, seledri, dan penyedap rasa. Hidangan ini disajikan dengan nasi dan kacang yang dimasak dalam santan.
-
Ravioli Swiss Chard dan Ricotta dengan Saus Daging (Italia): Marisa Batini, seorang nenek berusia 80 tahun, membuat ravioli dengan isian Swiss chard dan ricotta. Saus dagingnya dibuat dari tomat segar yang dihancurkan, ditumis bersama bawang bombay, wortel, seledri, dan peterseli. Adonan ravioli dibuat dari tepung dan telur, sementara isiannya adalah campuran lobak swiss cincang, keju ricotta, telur, parmesan parut, garam, dan pala.
-
Roti Pipih Enjara dengan Kari dan Sayuran (Ethiopia): Enjara, roti pipih khas Ethiopia, dibuat oleh seorang nenek berusia 60 tahun. Roti ini terbuat dari tepung teff, ragi, dan air, difermentasi selama tiga hari. Disajikan dengan berbagai sayuran seperti tumisan daun kembang kol, kubis savoy, dan kacang panjang. Sebagai pelengkap, ada churry yang terbuat dari bawang bombay dan cabai, serta kaang polong dan mitin shiro (kacang arab berbumbu).
-
Kue Coklat Toffee (Amerika Serikat): Melanie Hill, seorang nenek di Amerika Serikat, membuat kue coklat toffee istimewa. Kue coklat yang sudah dipotong dadu dilapisi dengan krim coklat yang terbuat dari campuran mentega, coklat murni, dan coklat susu yang dimasak perlahan. Lapisan atasnya dihias dengan krim kocok dan taburan permen mou.
-
Silke (Ikan Herring dengan Kentang dan Keju Cottage) (Latvia): Inara Runtule, seorang nenek dari Latvia, menyajikan ikan herring dengan kentang dan keju cottage. Fillet ikan herring direndam untuk mengurangi kadar garam, kemudian dipotong-potong dan dilapisi dengan irisan bawang bombay yang sudah direndam air panas dan cuka. Krim asam yang dicampur dengan yoghurt Yunani ditambahkan di atas ikan dan bawang, ditemani potongan kentang dengan campuran keju cottage, yoghurt, dan adas parut.
-
Ayam Tagine (Maroko): Hidangan Ayam Tagine, populer di Afrika Utara khususnya Maroko, dibuat oleh seorang nenek di Massa. Ciri khasnya adalah penggunaan wadah tanah liat khusus dengan dua bagian: bagian bawah datar dan bundar, serta bagian atas berbentuk kerucut yang berfungsi menutupi hidangan selama proses memasak.
-
Finkubala (Malawi): Regina, seorang nenek di Malawi, memasak Finkubala, hidangan ulat yang ditumis dengan saus tomat. Ulat mopane, sumber protein penting bagi masyarakat Afrika Selatan, dikumpulkan dari pohon-pohon di awal musim hujan. Selain dimasak, ulat kering juga sering dinikmati mentah sebagai camilan.
-
Soto Betawi (Indonesia): Eti Rumiati di Indonesia, memasak Soto Betawi, hidangan soto bersantan yang kaya rasa dengan isian jeroan dan daging sapi. Eti mendedikasikan waktu sekitar empat jam setiap hari di dapurnya untuk menyiapkan hidangan istimewa ini bagi keluarganya.
-
Mjadara (Lebanon): Wadad, seorang nenek dari Lebanon, membuat Mjadara, hidangan khas berupa bubur lentil yang dicampur dengan nasi, gandum, dan bawang goreng. Makanan ini melambangkan kesederhanaan, tradisi, dan makanan bergizi dalam budaya Timur Tengah.
-
Kinunot (Filipina): Carmen, seorang nenek dari Filipina, memasak Kinunot, sup ikan hiu dengan kuah santan yang berasal dari provinsi Bicol. Selain santan, hidangan ini juga dipadukan dengan krim, bawang bombay, bawang putih, daun kelor, jahe, cuka cabai rawit, dan saus ikan.