DPD RI Beri Tenggat Waktu Pelindo Atasi Pendangkalan Pelabuhan Bengkulu: Opsi Pengelolaan Daerah Mengemuka

Krisis Ekonomi Bengkulu Mengintai Akibat Pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menyoroti serius persoalan pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai di Bengkulu. Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, menekankan perlunya solusi cepat untuk mengatasi masalah ini, yang berpotensi melumpuhkan aktivitas pelabuhan dan memicu krisis ekonomi di daerah tersebut.

"Kita berikan waktu pada Pelindo untuk bekerja dulu," ujar Sultan, mengindikasikan kepercayaan awal kepada PT Pelindo untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa DPD RI akan terus memantau kinerja Pelindo dan tidak menutup kemungkinan pengalihan pengelolaan pelabuhan ke pemerintah daerah jika penanganan tidak optimal.

Dampak Pendangkalan Pelabuhan Semakin Meluas

Masalah pendangkalan ini telah menimbulkan dampak signifikan di berbagai sektor. Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) terhambat, memaksa Pertamina untuk menggunakan jalur darat yang mengakibatkan kerugian operasional hingga Rp 500 juta per hari, menurut Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, Donni Swabuana.

Selain itu, sekitar 4.000 warga Pulau Enggano merasakan langsung dampak pendangkalan. Selama dua minggu, kapal transportasi tidak dapat berlayar, menyebabkan isolasi warga dan terhambatnya pemasaran hasil panen seperti pisang dan ikan.

Ekspor komoditas unggulan Bengkulu, termasuk cangkang sawit, CPO, dan batu bara, juga terhenti akibat kondisi ini. Kerugian ekonomi akibat terganggunya aktivitas ekspor ini diperkirakan akan terus meningkat jika masalah pendangkalan tidak segera diatasi.

Pelindo Berupaya Mengatasi Pendangkalan

General Manager PT Pelindo Regional 2 Bengkulu, S. Joko, menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan pengerukan di Pelabuhan Pulau Baai. Pelindo berkomitmen untuk menjaga kelancaran arus logistik, termasuk ke Pulau Enggano.

"Pelindo berkomitmen untuk terus mendukung kelancaran transportasi dan distribusi logistik ke Pulau Enggano," ungkap S. Joko.

Saat ini, kapal penumpang KMP Pulo Tello sudah kembali melayani pelayaran Bengkulu–Enggano, meskipun masih terdapat kendala teknis saat penumpang diangkut dari kolam pelabuhan menuju kapal yang bersandar di tengah laut. Upaya perbaikan terus dilakukan untuk memastikan kelancaran dan keamanan pelayaran.

DPD RI Beri Ultimatum

DPD RI memberikan ultimatum kepada Pelindo untuk segera menyelesaikan masalah pendangkalan ini. Sultan Bachtiar Najamudin menegaskan bahwa jika Pelindo tidak mampu mengatasi masalah ini secara efektif, DPD RI akan mempertimbangkan opsi pengalihan pengelolaan pelabuhan ke pemerintah daerah. Namun, ia mengingatkan perlunya persiapan matang sebelum mengambil alih pengelolaan agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

Situasi ini menuntut tindakan cepat dan koordinasi yang baik antara berbagai pihak terkait, termasuk Pelindo, pemerintah daerah, dan DPD RI, untuk mengatasi masalah pendangkalan Pelabuhan Pulau Baai dan memulihkan aktivitas ekonomi di Bengkulu.