Mensesneg Diberi Mandat Tambahan: Pengamat Soroti Kinerja PCO yang Kurang Memuaskan

Keterlibatan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam menyampaikan informasi kepada publik atas perintah Presiden Prabowo Subianto, memunculkan berbagai interpretasi. Salah satunya datang dari Direktur Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, yang melihat penugasan ini sebagai indikasi adanya kekecewaan terhadap kinerja Kantor Komunikasi Presiden (PCO).

Adi Prayitno menjelaskan bahwa serangkaian blunder yang dilakukan oleh PCO menjadi sorotan publik. Alih-alih membangun citra positif bagi pemerintah, PCO justru dinilai seringkali menimbulkan polemik akibat komunikasi yang kurang efektif. "Penunjukan Prasetyo Hadi sebagai juru bicara dapat diartikan sebagai upaya untuk meminimalkan kesalahan dan blunder yang kerap terjadi di PCO," ujarnya.

Menurut Adi, sosok juru bicara presiden sebaiknya berasal dari lingkaran terdekat presiden, sehingga memiliki pemahaman mendalam tentang visi dan arah kebijakan yang ingin disampaikan. Prasetyo Hadi, sebagai tokoh yang dekat dengan Prabowo, dinilai memenuhi kriteria tersebut. Adi menambahkan, kedekatan ini memungkinkan Prasetyo untuk memahami keinginan presiden bahkan tanpa perlu instruksi eksplisit.

Adi juga menyinggung tentang latar belakang beberapa juru bicara PCO yang sebelumnya dikenal sebagai pengkritik Prabowo pada Pemilihan Presiden 2014 dan 2019. Menurutnya, hal ini dapat menimbulkan keraguan terkait loyalitas dan keselarasan pandangan dengan presiden.

Meski demikian, Adi menilai tidak perlu dilakukan perombakan (reshuffle) terhadap posisi Hasan Nasbi di PCO. Ia menganggap Hasan sebagai sosok yang kompeten, namun perlu lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan politik agar tidak menimbulkan kontroversi.

Prasetyo Hadi sendiri telah memberikan pernyataan terkait penunjukannya sebagai juru bicara presiden. Ia menegaskan bahwa perannya adalah untuk membantu memperlancar komunikasi publik terkait isu-isu kepresidenan, dan tidak menghilangkan fungsi PCO. "Kita semua diharapkan menjadi juru bicara, terutama saya sebagai Mensesneg diminta untuk ikut aktif," ujarnya.