PSI: Pertemuan Menteri Kabinet Prabowo dengan Jokowi adalah Hal Wajar

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menanggapi perihal beberapa menteri dari kabinet Prabowo Subianto yang menyambangi kediaman Joko Widodo (Jokowi). PSI menilai kunjungan tersebut sebagai hal yang wajar dan tidak perlu dipolitisasi.

Wakil Ketua Umum PSI, Andy Budiman, menyampaikan bahwa sebagai mantan presiden yang telah memimpin selama dua periode, Jokowi tetap merupakan tokoh nasional yang dihormati. Pertemuan antara menteri dan Jokowi seharusnya dimaknai sebagai bentuk penghormatan dan silaturahmi, terutama dalam suasana Idul Fitri. Ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang mencoba membingkai kunjungan tersebut dengan narasi negatif, seperti isu 'matahari kembar' dalam pemerintahan.

"Negeri ini lebih memerlukan kerja sama, bukan politik pecah belah. Mohon diingat bahwa Pak Jokowi mendukung penuh pemerintahan saat ini, bukan bagian dari oposisi atau kelompok di luar pemerintahan," kata Andy dalam keterangan tertulisnya.

Andy juga mengkritik pihak-pihak yang mengklaim diri sebagai pembela persatuan, namun justru gemar menyebarkan isu perpecahan dengan membesar-besarkan kunjungan menteri ke Jokowi. Menurutnya, persatuan dan nasionalisme seharusnya diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar jargon ideologi.

Sebelumnya, beberapa menteri Kabinet Indonesia Maju diketahui bertemu dengan Jokowi di Solo saat perayaan Lebaran. Di antara mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, dan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Berencana. Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Kesehatan juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Beberapa menteri bahkan menyebut Jokowi sebagai "bos" mereka, menunjukkan hubungan baik dan rasa hormat yang masih terjalin meskipun Jokowi telah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara para pejabat negara tetap harmonis dan saling menghormati.

PSI berharap agar semua pihak dapat melihat kunjungan para menteri kepada Jokowi secara positif dan tidak terjebak dalam politisasi yang tidak perlu. Fokus utama seharusnya adalah kerja sama dan sinergi untuk membangun bangsa dan negara.