Reksa Dana Pasar Uang dengan Fasilitas Pencairan Cepat Jadi Alternatif Investasi di Tengah Volatilitas Pasar

Di tengah kondisi pasar yang dinamis dan cenderung wait and see dari para investor, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia merekomendasikan alokasi dana menganggur ke instrumen reksa dana pasar uang, khususnya yang menawarkan fleksibilitas pencairan dana di hari yang sama atau sameday redemption. Fasilitas ini dianggap relevan untuk mengoptimalkan potensi keuntungan dalam jangka pendek.

Menurut M. Arief Maulana, Head of Wealth Management Mirae Asset, reksa dana pasar uang dengan fitur sameday redemption memberikan kemudahan bagi investor untuk mencairkan dana mereka dengan cepat ketika peluang investasi muncul. Mekanisme ini meminimalisir risiko settlement yang mungkin terjadi jika investor harus menunggu beberapa hari untuk mendapatkan dana mereka kembali.

Keunggulan Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang mengalokasikan dana investor ke dalam instrumen-instrumen utang jangka pendek yang memiliki jatuh tempo kurang dari satu tahun. Selain itu, dana juga dapat ditempatkan pada instrumen pasar uang lainnya seperti deposito dan tabungan. Secara umum, produk reksa dana pasar uang memiliki ketentuan pencairan mulai dari H+1 hingga maksimal H+7.

Salah satu produk reksa dana pasar uang yang menawarkan fitur sameday redemption adalah Capital Optimal Cash. Produk ini dipasarkan oleh Mirae Asset bekerja sama dengan PT Capital Asset Management. Capital Optimal Cash dirancang sebagai solusi investasi jangka pendek dengan tingkat likuiditas yang tinggi, ideal untuk menghadapi kondisi pasar yang fluktuatif.

Wisnu Karto, Head of Investment Capital Asset Management, mengungkapkan bahwa dalam setahun terakhir, Capital Optimal Cash mampu memberikan imbal hasil (return) sebesar 4,36 persen. Angka ini melampaui rata-rata deposito perbankan acuan yang berada di angka 3,25 persen.

Produk Capital Optimal Cash dapat diakses melalui platform digital NAVI milik Mirae Asset. Platform ini menyediakan beragam pilihan reksa dana dari berbagai manajer investasi, dan tersedia dalam bentuk aplikasi maupun situs web.

Kondisi Pasar Saham Saat Ini

Pasar saham Indonesia mengalami tekanan sejak awal tahun. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat berada di level 6.510 pada tanggal 27 Maret 2025, mengalami penurunan sekitar 8 persen dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2024.

Head of Research & Chief Economist Mirae Asset, Rully Arya Wisnubroto, menyoroti adanya arus dana asing keluar (foreign outflow) dari pasar saham yang mencapai Rp30,3 triliun selama kuartal pertama. Tekanan ini berlanjut hingga bulan April, dengan tambahan outflow sebesar Rp15,5 triliun dari pasar saham dan obligasi.

“Prospek pertumbuhan negara berkembang di Asia diperkirakan akan stagnan hingga tahun 2026, terutama disebabkan oleh perlambatan ekonomi di Tiongkok dan Amerika Serikat yang diperparah oleh meningkatnya ketegangan perang dagang. Di dalam negeri, investor masih memiliki keraguan terhadap pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen,” ujar Rully.