Berkah Macet Tanjung Priok: Kisah Roni, dari Penjual Bensin Dadakan hingga Penunjuk Jalan Alternatif

Kemacetan kronis yang melanda kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis (17/4/2025), tidak hanya menyisakan keluhan dan kerugian. Bagi sebagian orang, kondisi ini justru membuka peluang rezeki tak terduga. Salah satunya adalah Roni (52), seorang warga Kelurahan Sungai Bambu yang melihat celah di tengah kesemrawutan lalu lintas.

Dengan bermodalkan inisiatif dan keinginan untuk membantu sesama, Roni terjun langsung ke jantung kemacetan di Jalan Yos Sudarso. Sejak pagi hingga malam, ia berkeliling menawarkan jasa kepada para pengemudi truk kontainer dan mobil pribadi yang terjebak dalam antrean panjang kendaraan. Dari menawarkan makanan dan minuman hingga membantu mencarikan bensin eceran, Roni berusaha memenuhi berbagai kebutuhan mendesak para pengemudi yang kelelahan.

"Banyak sopir truk yang kelaparan karena sudah berjam-jam tidak bisa bergerak. Mereka takut meninggalkan kendaraannya karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Roni.

Roni pun menjadi penghubung antara para sopir yang kelaparan dengan warung-warung makan di sekitar lokasi kemacetan. Dengan menggunakan tali dan ember, ia membantu mengantarkan pesanan makanan dari warung ke atas truk, yang terjebak di jalan layang.

Namun, jasa Roni tidak berhenti sampai di situ. Di tengah kemacetan yang semakin parah, ia juga membantu seorang pengemudi mobil yang kehabisan bensin. Setelah membelikan bensin eceran, Roni mendapati pengemudi tersebut dalam kondisi kelelahan dan meminta bantuannya untuk mengemudikan mobil.

"Ibu itu mau ada meeting, tapi sudah kecapean banget karena lama menunggu di tengah macet. Dia minta tolong saya untuk menyetir," tutur Roni.

Tanpa ragu, Roni menyanggupi permintaan tersebut. Ia membawa mobil itu dari kawasan Sungai Bambu menuju Kelapa Gading, melewati jalan-jalan alternatif atau "jalan tikus" untuk menghindari kemacetan parah. Perjalanan yang seharusnya singkat itu memakan waktu hingga dua jam.

Dari jasa-jasa yang ditawarkannya, Roni berhasil mengumpulkan pundi-pundi rupiah yang lumayan. Ia mengaku bisa mendapatkan hingga ratusan ribu rupiah dalam sehari. Uang tersebut ia gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Kisah Roni ini menjadi bukti bahwa di tengah kesulitan dan tantangan, selalu ada peluang bagi mereka yang jeli melihat dan berani bertindak. Kemacetan yang menjadi momok bagi banyak orang, justru menjadi berkah tersendiri bagi Roni dan keluarganya.