Tanggapan Keras Beijing Terhadap Tuduhan Pasokan Senjata ke Rusia oleh Ukraina

Beijing Menepis Tuduhan Ukraina Terkait Pasokan Senjata ke Rusia

Pemerintah Tiongkok dengan tegas membantah tuduhan yang dilontarkan oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, terkait dugaan pengiriman senjata dari Beijing ke Rusia untuk digunakan dalam konflik di Ukraina. Bantahan ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Tiongkok sebagai respons atas pernyataan Zelensky yang mengklaim memiliki "informasi" mengenai keterlibatan Tiongkok dalam memasok persenjataan kepada Moskow.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian, menyatakan dengan jelas bahwa Tiongkok tidak pernah menyediakan senjata mematikan kepada pihak manapun yang terlibat dalam konflik tersebut. Lebih lanjut, Lin Jian menekankan bahwa Tiongkok memberlakukan pengendalian ketat terhadap barang-barang yang memiliki fungsi ganda. Beijing menegaskan bahwa posisinya terkait masalah Ukraina sangat konsisten dan jelas.

"Kami selalu secara aktif berupaya untuk menghentikan permusuhan dan mengupayakan perundingan damai," ujar Lin Jian.

Selama ini, Tiongkok memposisikan diri sebagai pihak netral dalam konflik yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir. Meskipun demikian, negara-negara Barat kerap mengkritik hubungan dekat antara Tiongkok dan Rusia, yang dinilai memberikan dukungan ekonomi dan diplomatik yang signifikan kepada Moskow.

Tuduhan dari Presiden Zelensky, yang disampaikan dalam konferensi pers di Kyiv, semakin memperkeruh hubungan antara Ukraina dan Tiongkok terkait isu dukungan Tiongkok terhadap Rusia. Zelensky mengklaim bahwa Ukraina memiliki informasi mengenai keterlibatan perwakilan Tiongkok dalam produksi sejumlah senjata di wilayah Rusia.

"Kami akhirnya menerima informasi bahwa Tiongkok memasok senjata ke Federasi Rusia," kata Zelensky kepada wartawan.

Zelensky tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai klaimnya tersebut. Ia hanya menyatakan bahwa Ukraina "siap" untuk membahas isu ini secara detail.

Sebelumnya, Zelensky juga menyinggung mengenai keberadaan warga negara Tiongkok yang dikerahkan untuk membantu invasi Rusia ke Ukraina. Ia menyebutkan bahwa ada sekitar 155 warga negara Tiongkok yang terlibat dalam konflik tersebut. Bahkan, Zelensky mengumumkan bahwa pasukan Ukraina telah menangkap dua warga negara Tiongkok yang disebutnya sebagai tentara yang ikut bertempur bersama pasukan Rusia melawan militer Ukraina di Donetsk bagian timur.

Berikut poin penting yang dirangkum:

  • China membantah tuduhan Ukraina soal pasokan senjata ke Rusia.
  • China mengklaim posisinya netral dan selalu mengupayakan perundingan damai.
  • Zelensky mengklaim memiliki informasi soal keterlibatan China dalam produksi senjata di Rusia.
  • Zelensky menyinggung keterlibatan warga negara China dalam konflik di Ukraina, termasuk yang tertangkap sebagai tentara.