The Emeralda Resort Berkomitmen Atasi Banjir Lumpur di Bandung Barat Pasca-Aksi Blokade Warga
Puluhan warga Desa Jayamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan aksi blokade jalan masuk perumahan mewah The Emeralda Resort sebagai bentuk protes atas dampak pembangunan yang menyebabkan banjir lumpur di wilayah mereka.
Aksi tersebut merupakan puncak kekesalan warga yang selama ini merasakan dampak negatif dari proyek perumahan yang berdiri di kawasan Gunung Kacapi. Warga menuding pembangunan perumahan telah menyebabkan hilangnya daerah resapan air dan buruknya sistem drainase, sehingga setiap hujan deras, air meluap dan membawa material lumpur ke permukiman mereka.
Mediasi antara perwakilan warga, pihak pengembang The Emeralda Resort, dan pemerintah desa, difasilitasi oleh kepolisian setempat. Pertemuan yang berlangsung selama tiga jam tersebut diwarnai perdebatan sengit sebelum akhirnya mencapai titik temu.
Heru, perwakilan The Emeralda Resort, menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab dan memperbaiki sistem irigasi yang menjadi penyebab utama banjir. Ia juga berjanji akan membentuk kelompok komunikasi untuk menampung dan menindaklanjuti keluhan dari masyarakat sekitar.
"Kami akan kooperatif agar pembangunan daerah berkembang. Target kami untuk melakukan perbaikan," ujarnya usai mediasi.
Sebelumnya, aksi blokade yang dilakukan warga sejak pagi hari merupakan bentuk kekecewaan atas respons yang dinilai lambat dari pihak pengembang terkait masalah banjir yang terus berulang. Warga menuntut solusi konkret dan jangka panjang untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Menurut Hidayat, tokoh masyarakat setempat, dampak banjir dirasakan oleh 12 RW di Desa Jayamekar. Ia menjelaskan bahwa air dari kawasan perumahan meluap ke permukiman warga dan bahkan masuk ke dalam rumah setiap kali hujan deras.
Warga juga menyoroti alih fungsi lahan di kawasan Gunung Kacapi yang menyebabkan hilangnya daerah resapan air. Mereka menilai, pembangunan perumahan mewah tersebut tidak diimbangi dengan pembangunan sistem drainase yang memadai, sehingga air hujan langsung mengalir deras ke permukiman warga.
"Kendalanya ini saluran air. Ini sebenarnya sudah beberapa kali demo ke The Emeralda ini. Cuma tidak digubris, tidak ditanggapi," ungkap Hidayat.
Berikut adalah poin-poin yang disoroti warga:
- Hilangnya Resapan Air: Pembangunan perumahan di Gunung Kacapi telah mengurangi area resapan air secara signifikan.
- Sistem Drainase Buruk: Sistem drainase yang dibangun dinilai tidak memadai untuk menampung debit air hujan yang tinggi.
- Dampak Banjir Lumpur: Banjir lumpur telah merusak rumah dan infrastruktur di 12 RW.
- Kurangnya Respons Pengembang: Warga merasa pihak pengembang lambat dalam menanggapi keluhan dan mencari solusi.
Dengan adanya komitmen dari The Emeralda Resort, diharapkan masalah banjir lumpur di Desa Jayamekar dapat segera teratasi dan tidak lagi merugikan masyarakat.