Strategi Jitu Adelio Rasendriya, Sang Peraih Emas Olimpiade Internasional: Kiat Sukses dalam Kompetisi
Adelio Rasendriya Hafindika, siswa SMA Pradita Dirgantara, menjadi sorotan setelah menorehkan prestasi gemilang di berbagai ajang kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Namanya dikenal luas setelah berpartisipasi dalam Academy of Champions (AoC) pada akhir tahun 2024, di mana ia berhasil meraih juara bersama Moch Rakha Aryaputra dari SMAN 3 Semarang dan Novin Raushan dari SMA Kesatuan Bangsa Yogyakarta sebagai tim yang mewakili Distrik 4: Jawa Tengah & DIY.
Selain AoC, Adelio juga mencatatkan prestasi membanggakan di berbagai olimpiade. Di antaranya, ia berhasil meraih medali emas di The 20th International Geography Olympiad 2024, medali perunggu di Indonesian National Earth Science Olympiad 2024, dan medali perak di Indonesian National Geography Olympiad 2023. Keberhasilannya ini tentu tidak lepas dari persiapan matang dan strategi jitu yang ia terapkan dalam menghadapi setiap kompetisi.
Mengenali Potensi Diri dan Bidang yang Disukai
Adelio, yang lahir di Jakarta pada tanggal 3 September, mengungkapkan bahwa ia telah mencoba mengikuti olimpiade sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Meskipun berkali-kali mengalami kegagalan, ia tidak menyerah dan terus berusaha hingga akhirnya berhasil melaju ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional saat SMA.
Dari pengalaman kegagalannya, Adelio belajar untuk mencari bidang olimpiade yang benar-benar ia sukai dan kuasai. Ia menyadari bahwa dengan menekuni bidang yang sesuai dengan minat dan kemampuannya, ia akan lebih termotivasi dan mampu meraih hasil yang optimal. Ia menjelaskan bahwa dalam memilih bidang yang akan ditekuni, penting untuk mempertimbangkan tiga tingkatan pelajaran: yang paling disukai dan dikuasai, yang hanya dikuasai, dan yang hanya disukai.
"Dulu pas kecil aku tidak tahu apa yang aku suka dan kuasai. Tapi setelah ikut kompetisi, aku jadi tahu, oh aku bisa yang di sini, aku tidak bisa yang di sini, aku suka yang di sini. Dan itu akhirnya memberikan semacam batasan, tapi bukan batasan yang negatif, melainkan batasan pengaman untuk mengarahkanku ke jalan yang kira-kira bagus buatku ke depannya," ujarnya.
Belajar dari Pengalaman dan Kompetitor
Adelio mengakui bahwa pada awalnya, ia sempat merasa takut kalah dan khawatir akan mengecewakan orang-orang yang telah mendukungnya. Namun, seiring berjalannya waktu, ia belajar bahwa kompetisi bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi juga tentang memperoleh pengalaman berharga dan menjalin pertemanan dengan sesama peserta. Ia memandang peserta lain bukan sebagai musuh, melainkan sebagai kompetitor yang sama-sama berjuang dan saling membangun diri.
"Jadi ada hal-hal baru yang kita dapatkan dan kita kembangkan selama berkompetisi itu. Dan itu yang menurutku yang penting. Dan jika kalah ya jadi pelajaran. Karena kebetulan aku juga beberapa kali sering mengalami kekalahan. Aku OSN juga sebenarnya dari SD, cuma enggak lolos-lolos, baru lolos di SMA. Jadi ada banyak hal baru yang kita lalui yang menjadi pelajaran untuk tidak diulang di masa depan, untuk mendukung kesuksesan kita," imbuhnya.
Menemukan Motivasi dan Strategi Belajar yang Efektif
Selain aktif berkompetisi, Adelio juga memiliki pengalaman sebagai tutor bagi siswa-siswa yang akan mengikuti olimpiade. Ia pernah menjadi tutor di Alumni Association of Indonesia Geography Olympiad Team, di mana ia mengembangkan berbagai materi latihan dan membimbing siswa untuk meraih prestasi di olimpiade. Ia mengungkapkan bahwa sekitar 45 persen siswanya berhasil meraih medali, termasuk satu siswa yang berhasil meraih medali emas.
Adelio menekankan pentingnya bagi para siswa yang akan mengikuti kompetisi untuk mengetahui motivasi mereka dalam belajar. Menurutnya, motivasi yang kuat akan menjadi pendorong agar keinginan untuk belajar dapat berkelanjutan.
"Start belajar itu pertama jelas nemuin apa yang kita suka dan kita bisa dulu. Setelah itu, barulah karena kita suka dan kita bisa, itu ada motivasi dari diri sendiri. Dan agar motivasi itu terus tetap ada, cari tahu apa yang membuat motivasi itu muncul. Tanpa motivasi yang kuat, belajar itu nggak bakal sustain. Nggak bakal bertahan lama. Dan setelah itu, baru mulai belajar," tuturnya.
Adelio juga berbagi strategi belajarnya, yaitu dengan berlatih soal-soal secara berulang-ulang, kemudian membaca materi, dan kembali berlatih soal. Ia menekankan pentingnya istirahat di sela-sela belajar agar tidak merasa jenuh dan tetap fokus.
Menjaga Kondisi Fisik dan Mental
Adelio mengingatkan para siswa yang akan berkompetisi untuk menjaga kondisi fisik dan mental mereka. Ia menyarankan untuk menghindari burnout atau kelelahan dengan meluangkan waktu untuk beristirahat, bermain, atau melakukan aktivitas lain yang menyenangkan.
"Yang pertama, itu tuh jangan capek. Yang kedua, tetap bahagia. Karena banyak orang yang berpikir kalau misalnya semakin banyak belajar itu semakin baik. Which is true, cuma semakin intensif. Tapi gimana, ya. Berlebihan dalam belajar itu nggak baik menurutku. Jadi kalau misalnya capek dalam belajar, yaudah tidur, coba main yang lain," ucapnya.
Mengantisipasi Konflik dalam Kompetisi Beregu
Berbeda dengan olimpiade yang bersifat individu, Adelio juga memiliki pengalaman berkompetisi dalam tim, seperti di AoC. Dalam kompetisi beregu, ia menekankan pentingnya bagi semua anggota tim untuk saling mengenal satu sama lain agar konflik yang terjadi dapat diselesaikan dengan cepat.
"Ibaratnya dengan tugas sebanyak itu, game-nya itu bentar banget. Sehingga jangan sampai konflik itu memakan semua waktu kita," tuturnya.
Dengan persiapan matang, strategi yang tepat, dan mental yang kuat, Adelio Rasendriya Hafindika telah membuktikan bahwa prestasi gemilang dapat diraih oleh siapa saja. Kiat-kiat sukses yang ia bagikan dapat menjadi inspirasi bagi para siswa yang ingin meraih prestasi di berbagai bidang kompetisi.