Larangan Pengisian Daya Perangkat Elektronik Tertentu di Kabin Bus: Upaya Pencegahan Risiko Kebakaran
Mengecas perangkat elektronik di dalam kabin bus menjadi perhatian serius terkait keselamatan penumpang. Meskipun banyak Perusahaan Otobus (PO) menyediakan fasilitas pengisian daya USB, penggunaannya perlu dibatasi untuk menghindari potensi risiko. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengimbau penumpang untuk tidak mengisi daya perangkat elektronik tertentu di dalam bus, kecuali dalam kondisi darurat.
Ketua Sub Investigasi KNKT, Ahmad Wildan, menjelaskan bahwa colokan USB yang tersedia di bus belum memiliki standar keamanan yang sama dengan stop kontak di rumah. Penggunaan colokan USB berpotensi menimbulkan risiko kebakaran, terutama jika digunakan untuk mengisi daya perangkat elektronik yang tidak sesuai. Oleh karena itu, KNKT merekomendasikan daftar perangkat elektronik yang sebaiknya tidak diisi daya di kabin bus:
- Power bank: Perangkat ini berpotensi mengalami overcharging dan thermal runaway jika tidak dilengkapi dengan Battery Management System (BMS) yang memadai. Kondisi ini dapat menyebabkan ledakan atau kebakaran.
- Laptop: Laptop membutuhkan daya yang lebih besar dibandingkan ponsel. Pengisian daya laptop melalui colokan USB bus dapat membebani sistem kelistrikan dan meningkatkan risiko korsleting.
- Tablet: Sama seperti laptop, tablet juga membutuhkan daya yang signifikan dan berpotensi memicu masalah kelistrikan jika diisi daya melalui colokan USB bus.
- Kamera: Beberapa jenis kamera, terutama kamera profesional, memerlukan pengisian daya dengan voltase dan ampere yang stabil. Penggunaan colokan USB bus yang tidak sesuai dapat merusak baterai kamera atau bahkan menyebabkan korsleting.
- Speaker: Speaker portabel, terutama yang berukuran besar, membutuhkan daya yang cukup besar. Pengisian daya speaker melalui colokan USB bus dapat membebani sistem kelistrikan.
- Headphone: Headphone dengan fitur pengisian daya, terutama yang memiliki baterai berkapasitas besar, sebaiknya tidak diisi daya di kabin bus karena alasan yang sama dengan perangkat lainnya.
- Smart watch: Meskipun berukuran kecil, smart watch tetap mengandung baterai yang berpotensi mengalami masalah jika diisi daya dengan tidak benar.
- Mobil mainan: Mobil mainan yang menggunakan baterai isi ulang juga sebaiknya tidak diisi daya di kabin bus untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
- Perangkat elektronik lainnya: Perangkat elektronik lain yang membutuhkan daya besar atau memiliki risiko overcharging sebaiknya tidak diisi daya di kabin bus.
Imbauan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran penumpang tentang pentingnya keselamatan dalam perjalanan. Dengan mematuhi aturan pengisian daya perangkat elektronik, risiko kebakaran dan masalah kelistrikan lainnya di dalam bus dapat diminimalkan. Penumpang disarankan untuk mengisi daya perangkat elektronik mereka sebelum melakukan perjalanan atau menggunakan fasilitas pengisian daya yang lebih aman di tempat istirahat yang disediakan.