Kasus Dugaan Pelecehan Seksual oleh Dokter di Malang: Jumlah Korban Diduga Bertambah

Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan seorang dokter berinisial AY di sebuah rumah sakit swasta di Kota Malang, Jawa Timur, memasuki babak baru. Kuasa hukum salah satu korban yang mengaku menjadi korban pelecehan, Satria Marwan SH MH, mengungkapkan adanya indikasi penambahan jumlah korban.

Satria Marwan menyatakan bahwa pihaknya menerima informasi terkait adanya tiga korban lain yang diduga mengalami perlakuan serupa dari dokter yang sama. "Kami mendapat informasi ada korban lainnya sebanyak 3 orang. Dan apabila dihitung dengan klien kami, maka totalnya ada 4 korban dengan pelaku dokter yang sama," ungkap Satria.

Saat ini, tim kuasa hukum tengah mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan perlakuan tidak senonoh yang dilakukan oleh terduga pelaku terhadap para korban. Mereka juga berencana untuk menjalin komunikasi dengan para terduga korban lainnya guna menentukan langkah hukum yang akan diambil selanjutnya.

"Saya tidak menyebutkan siapa korban lainnya. Modusnya hampir sama dengan pelaku dokter yang sama dan di rumah sakit yang sama," imbuhnya.

Menurut informasi yang dihimpun, ketiga korban lainnya menghubungi QAR setelah mengetahui QAR berbicara di media sosial dan menceritakan pengalaman mereka. Modus yang diduga dilakukan oleh dokter AY terhadap para korban memiliki kemiripan, meliputi:

  • Pengiriman pesan berulang-ulang (spam chat)
  • Rayuan
  • Ajakan untuk menonton konser, dan lain sebagainya.

"Jadi ini tahunnya berbeda-beda. Dengan modus seperti spam chat, goda-goda, hingga ngajak nonton konser dan lain sebagainya," jelas Satria.

Satria juga menyayangkan sikap pihak rumah sakit yang dinilai belum menunjukkan itikad baik untuk berkomunikasi atau meminta maaf kepada QAR, kliennya yang pertama kali membuka kasus ini ke publik. Menurutnya, manajemen rumah sakit seharusnya tidak hanya menonaktifkan dokter AY, tetapi juga menyampaikan permohonan maaf sebagai bentuk tanggung jawab moral dan upaya menjaga nama baik institusi.

"Saya pikir tidak ada ruginya rumah sakit mempertahankan nama baik dengan meminta maaf, tetapi nyatanya sampai sekarang tidak ada permintaan maaf. Oleh karenanya, kami sangat menyayangkan sekali," tegasnya.

Sebelumnya, seorang wanita berinisial QAR (31) mengaku menjadi korban pelecehan oleh dokter AY di rumah sakit tersebut. Pengakuan ini disampaikan melalui serangkaian unggahan di media sosial Instagram pada Selasa (15/4/2025). QAR menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi pada September 2022 ketika dia sedang berlibur ke Malang dari Bandung, Jawa Barat.