Como 1907: Jejak Langkah Menuju Pembangunan Tim Satelit, Ikuti Strategi Juventus dan AC Milan
Como 1907: Langkah Strategis Menuju Pembangunan Tim Satelit
Klub Serie A, Como 1907, yang dimiliki oleh pengusaha Indonesia dan baru saja menorehkan prestasi gemilang di musim debutnya di liga tertinggi Italia, tengah mempertimbangkan langkah strategis untuk membangun tim satelit. Langkah ini mengikuti jejak klub-klub besar seperti Juventus dan AC Milan yang telah lebih dulu menerapkan model pengembangan pemain melalui tim feeder di divisi bawah. Keberhasilan Como dalam beberapa pertandingan melawan klub-klub elite seperti Atalanta dan Napoli, bahkan di bawah arahan pelatih Cesc Fabregas yang kini menjadi incaran klub-klub besar Eropa, semakin mengukuhkan potensi klub ini untuk berinvestasi dalam pengembangan pemain muda.
Setelah melewati masa sulit di awal musim dan melakukan perombakan skuad di bursa transfer Januari dengan mendatangkan pemain-pemain seperti Assane Diao, Jean Butez, dan Jonathan Ikone, Como kini berada di posisi aman di klasemen Serie A. Namun, ambisi klub tak berhenti sampai di situ. Pembentukan tim satelit di Serie C menjadi langkah selanjutnya dalam rencana pengembangan jangka panjang Como. Keberadaan tim satelit akan menyediakan wadah bagi para pemain muda berbakat untuk mengasah kemampuan dan mendapatkan pengalaman berkompetisi di level profesional sebelum bergabung dengan tim utama. Hal ini sejalan dengan model pengembangan pemain yang diterapkan Juventus (Juventus Next Gen), AC Milan (Milan Futuro), dan Atalanta (Atalanta U23).
Indikasi rencana pembentukan tim satelit ini muncul dari pernyataan Presiden Virtus Verona, Luigi Fresco. Dalam sebuah wawancara, Fresco mengungkapkan adanya negosiasi antara Virtus Verona dan Como untuk menjalin kerja sama, yang meliputi potensi Virtus Verona menjadi tim satelit Como. Fresco menekankan bahwa kerja sama ini bukanlah sekadar pembentukan tim kedua, melainkan aliansi strategis yang saling menguntungkan. Para pemain muda Virtus Verona akan memiliki kesempatan prioritas untuk direkrut oleh Como, sementara Como akan mendapatkan akses ke bakat-bakat muda yang teruji di Serie C. Fresco juga memastikan bahwa identitas Virtus Verona akan tetap terjaga, dengan komposisi pemain yang akan menjadi kombinasi antara pemain dari kedua klub. Ia juga memuji sosok Cesc Fabregas dan cara melatihnya, bahkan menyebutnya sebagai salah satu alasan mengapa Como menjadi klub yang menarik untuk diajak bermitra.
Meskipun Fresco menyebut beberapa klub lain juga tertarik untuk berkolaborasi dengan Virtus Verona, ia enggan mengungkapkan identitasnya. Ia memastikan bahwa detail kerja sama antara Como dan Virtus Verona akan diumumkan pada bulan April mendatang. Langkah Como ini menunjukkan komitmen klub untuk membangun fondasi yang kuat untuk masa depan, tidak hanya dalam prestasi tim utama di Serie A, namun juga dalam pengembangan pemain muda berbakat melalui sistem pembinaan yang terintegrasi dan terstruktur. Ini menandakan sebuah paradigma baru dalam pengembangan sepak bola Italia, di mana klub-klub, baik yang besar maupun yang sedang berkembang, semakin menyadari pentingnya investasi dalam pembinaan pemain muda untuk meraih kesuksesan jangka panjang.