Bengkulu Ulurkan Tangan, Siap Tampung Pengungsi Gaza Jika Rencana Evakuasi Terwujud

Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menerima warga Gaza yang dievakuasi ke Indonesia, sejalan dengan rencana yang diusulkan oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Helmi Hasan menegaskan kesediaan Bengkulu untuk menyediakan tempat tinggal bagi para pengungsi Gaza. Opsi akomodasi yang ditawarkan termasuk rumah dinas gubernur, rumah dinas wali kota, serta rumah-rumah warga yang bersedia menampung. Keputusan akhir mengenai lokasi penampungan akan disesuaikan dengan arahan dari Presiden Prabowo.

"Jika Presiden mengizinkan dan 1.000 orang pertama dari Gaza dapat dibawa ke Indonesia, Bengkulu, sebagai Bumi Merah Putih, siap menjadi yang pertama mengulurkan tangan," ujarnya di Jakarta Selatan.

Selain tempat tinggal, Helmi Hasan juga meyakinkan bahwa fasilitas kesehatan di Bengkulu siap memberikan perawatan medis bagi warga Gaza yang dievakuasi. Ia menyebutkan bahwa terdapat 100 dokter spesialis yang disiagakan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.

Walaupun demikian, Helmi Hasan mengakui bahwa belum ada kepastian terkait rencana evakuasi ini, mengingat Prabowo masih dalam tahap menawarkan bantuan evakuasi kepada pihak-pihak terkait. Bengkulu menawarkan diri sebagai lokasi alternatif jika rencana evakuasi tersebut terealisasi.

"Kami telah melakukan persiapan yang matang. Rumah sakit telah siap, tempat tinggal telah tersedia, termasuk akomodasi pendukung lainnya. Semuanya tinggal menunggu keputusan dari Bapak Presiden," ungkap Helmi Hasan.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk mengevakuasi 1.000 warga Gaza ke Indonesia untuk mendapatkan perawatan.

"Kami siap mengirimkan pesawat untuk mengangkut mereka. Perkiraan kami, jumlahnya sekitar 1.000 orang untuk gelombang pertama," kata Prabowo di Jakarta Timur.

Prabowo menekankan bahwa evakuasi ini bersifat sementara. Setelah kondisi warga Gaza membaik dan situasi di wilayah mereka stabil, mereka diharapkan dapat kembali ke tanah air.

"Mereka akan tinggal di sini hanya sementara, sampai pulih kembali. Dan saat mereka sehat kembali, serta kondisi Gaza memungkinkan, mereka harus kembali ke daerah asal mereka. Saya kira itu adalah sikap pemerintah Indonesia," jelasnya.

Namun, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, memberikan klarifikasi bahwa Prabowo hanya berencana mengevakuasi tenaga medis dan pendidik dari Gaza, bukan masyarakat umum. Evakuasi ini dipandang sebagai langkah strategis untuk membangun kembali sumber daya manusia di Palestina yang terdampak konflik.

"Rencana evakuasi warga Gaza ke Indonesia yang digagas oleh Presiden Prabowo adalah untuk tenaga medis dan tenaga pendidik. Ini adalah bagian dari persiapan Palestina yang merdeka," kata Muzani.

Alasan di balik fokus pada tenaga medis dan pendidik adalah banyaknya dokter dan guru di Gaza yang menjadi korban serangan, sehingga mengurangi jumlah tenaga profesional yang tersedia.

Muzani menjelaskan bahwa para tenaga medis dan pendidik dari Gaza akan mendapatkan pelatihan di Indonesia sebelum kembali ke Palestina. Langkah ini diharapkan dapat membekali mereka dengan kapasitas yang dibutuhkan untuk membangun kembali negara mereka.

"Jumlah mereka semakin berkurang. Karena itu, tenaga-tenaga yang ada akan dididik, baik medis maupun non-medis, di Indonesia sebagai bagian dari persiapan pembangunan kembali sumber daya manusia di Palestina," pungkas Muzani.