Reaktivasi Rute Kereta Banjar-Cijulang: Harapan Baru dan Kenangan Masa Lalu Warga Pangandaran

Kabar gembira berhembus bagi masyarakat Kabupaten Pangandaran seiring rencana Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menghidupkan kembali jalur kereta api Banjar-Cijulang. Rencana ini bukan hanya sekadar proyek infrastruktur, tetapi juga membangkitkan kenangan manis bagi sebagian warga yang pernah merasakan pengalaman unik menaiki kereta api di jalur tersebut.

Kusnadi, seorang warga Parigi, Pangandaran, dengan antusias berbagi pengalamannya. Ia mengingat jelas masa kecilnya di sekitar tahun 1984, ketika kereta api diesel masih aktif melayani rute Cijulang hingga Kota Banjar. Kereta tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, menghubungkan berbagai wilayah dan membawa mereka dalam perjalanan yang penuh kesan.

  • Rute Nostalgia:
    • Cijulang
    • Parigi
    • Batu Hiu
    • Cibenda
    • Cikembulan
    • Pangandaran
    • Kalipucang
    • Tunggilis
    • Ciganjeng
    • Padaherang
    • Banjarsari
    • Banjar

"Dulu kereta melintas dua kali sehari, sekitar pukul 09.00 dan 14.00," kenang Kusnadi. Ia menggambarkan kereta api pada masa itu dengan warna hijau dan kuning yang khas, terdiri dari empat gerbong berukuran lebih kecil dibandingkan kereta api modern. Yang paling berkesan baginya adalah gerbong kereta yang terbuat dari kayu, lengkap dengan kursi kayu yang disusun berhadap-hadapan, mengingatkan pada suasana di dalam angkutan kota.

Kusnadi mengibaratkan kereta api Banjar-Cijulang pada masa itu mirip dengan kereta wisata di Ambarawa, Jawa Tengah. Selain mengangkut penumpang, kereta juga berperan penting dalam mengangkut hasil bumi dari Pangandaran ke daerah lain, salah satunya adalah kelapa. Meskipun lupa harga tiketnya, Kusnadi masih ingat tentang sistem pengecekan tiket menggunakan semacam kartu yang distempel oleh kondektur.

Perjalanan dengan kereta api Banjar-Cijulang juga menawarkan pemandangan alam yang memukau. Rute tersebut melintasi bukit-bukit indah, Jembatan Cikacepit yang ikonik, dan terowongan yang menambah daya tarik perjalanan. Kusnadi sangat antusias dengan rencana reaktivasi jalur kereta api ini, karena ia yakin akan mempermudah akses menuju Pangandaran dan meningkatkan kunjungan wisatawan.

Senada dengan Kusnadi, Kusmiati, warga Kecamatan Pangandaran, juga menyambut baik rencana reaktivasi ini. Ia masih ingat pengalamannya saat berusia lima tahun, sekitar tahun 1983, diajak orang tuanya ke Ciamis menggunakan kereta api. Bagi Kusmiati, kereta api adalah alat transportasi utama pada masa itu. Ia berharap dengan diaktifkannya kembali jalur kereta api, akses menuju berbagai daerah akan menjadi lebih mudah, cepat, dan terjangkau.

Rencana reaktivasi jalur kereta api Banjar-Cijulang bukan hanya tentang pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang menghidupkan kembali kenangan masa lalu dan membuka peluang baru bagi perkembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat Pangandaran.