Infrastruktur Jalan Rusak Parah, Warga Bandung Barat Gotong Pasien Stroke Sejauh 800 Meter

Sebuah video yang memperlihatkan seorang pasien di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, ditandu melintasi jalan rusak viral di media sosial. Kondisi jalan yang dipenuhi bebatuan dan tanah merah itu memaksa warga untuk menandu pasien menggunakan sarung dan bambu.

Peristiwa ini terjadi di Kampung Citiis, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta. Kepala Desa Wangunsari, Dadang Hermawan, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, insiden itu terjadi pada hari Kamis lalu akibat jalan yang rusak parah dan longsor, sehingga ambulans tidak dapat mencapai lokasi.

"Betul itu video di wilayah kami. Kejadiannya hari Kamis kemarin, itu (ditandu) karena jalan rusak dan ada longsor, jadi ambulans tidak bisa masuk. Makanya ditandu jalan kaki," ujar Dadang.

Pasien yang diketahui bernama Eben, seorang pria lansia warga Kampung Citiis, menderita stroke dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. Warga terpaksa menandu Eben sejauh 800 meter menuju ambulans yang menunggu di ujung jalan yang rusak.

Dadang menjelaskan, kerusakan jalan sepanjang 4 kilometer ini sudah terjadi sejak tahun 2020. Perbaikan jalan sebenarnya sudah direncanakan, namun anggaran dialihkan untuk penanggulangan pandemi Covid-19.

"Di RPJMDes sudah dimasukkan sejak 2020 untuk diperbaiki, tetapi karena Corona, kegiatan infrastruktur tergerus pemulihan Covid karena harus ada BLT dan lainnya. Insya Allah tahun 2025 bakal ada perbaikan bertahap," jelas Dadang.

Dampak Infrastruktur Buruk

Kondisi infrastruktur jalan yang buruk ini sangat menghambat aksesibilitas warga Kampung Citiis. Ambulans tidak dapat menjangkau permukiman, sehingga penanganan medis darurat menjadi terhambat. Warga berharap pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut agar akses ke fasilitas kesehatan dan kebutuhan lainnya menjadi lebih mudah.

Respon Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyatakan akan segera menindaklanjuti keluhan warga terkait jalan rusak di Kampung Citiis. Pihaknya berjanji akan memprioritaskan perbaikan jalan tersebut pada tahun anggaran 2025. Diharapkan dengan perbaikan jalan ini, aksesibilitas warga akan meningkat dan pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal.

Harapan Warga

Warga Kampung Citiis sangat berharap agar pemerintah segera merealisasikan perbaikan jalan. Mereka berharap, kejadian seperti ini tidak terulang lagi dan aksesibilitas ke wilayah mereka menjadi lebih baik. Jalan yang baik akan mempermudah akses ke fasilitas kesehatan, pendidikan, dan perekonomian.

Berikut adalah poin-poin penting yang menjadi perhatian warga dan pemerintah daerah:

  • Perbaikan Jalan: Prioritas utama adalah perbaikan jalan sepanjang 4 kilometer yang rusak parah.
  • Aksesibilitas: Meningkatkan aksesibilitas warga Kampung Citiis ke fasilitas kesehatan dan kebutuhan lainnya.
  • Pelayanan Publik: Memastikan pelayanan publik dapat berjalan lebih optimal dengan infrastruktur yang memadai.

Dengan adanya perhatian dan tindakan nyata dari pemerintah daerah, diharapkan masalah infrastruktur di Kampung Citiis dapat segera teratasi dan meningkatkan kualitas hidup warga setempat.