Bencana Hidrometeorologi Landa Balikpapan: Banjir dan Longsor Tewaskan Delapan Jiwa
Bencana Hidrometeorologi Landa Balikpapan: Delapan Jiwa Tewas Akibat Banjir dan Longsor
Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dilanda bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor yang mengakibatkan delapan korban jiwa. Hujan deras dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis malam, 6 Maret 2025, hingga Jumat, 7 Maret 2025, telah mengakibatkan genangan air di sejumlah titik pemukiman dan jalan utama, serta pergerakan tanah di beberapa lokasi. Data dari Stasiun Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan mencatat curah hujan mencapai angka signifikan, yaitu 108,7 mm (akumulasi pukul 02.00-05.00 WITA) dan 111 mm (akumulasi pukul 17.00 WITA 6 Maret-05.00 WITA 7 Maret). Ketinggian pasang air laut pada pukul 03.00 WITA tercatat 0,3 meter, yang turut berkontribusi pada meluasnya dampak banjir.
Bencana ini mengakibatkan dampak yang cukup luas dan beragam. Selain genangan air yang menggenangi jalan-jalan utama seperti Jalan MT Haryono dan Jalan Depan RS Siloam, sembilan kawasan permukiman terdampak banjir. Daftar lokasi permukiman yang terdampak tersebut meliputi:
- RT 23 Lapangan Golf Stalkuda, Kelurahan Damai Bahagia
- Jalan Penegak, Kelurahan Damai Bahagia
- Gang Mufakat 1, Kelurahan Damai Bahagia
- RT 20 Depan Pasar Gn Guntur, Kelurahan Gn Sari Ulu
- Joko Tole, Kelurahan Sumber Rejo
- Jalan Wonorejo, Kelurahan Gn. Samarinda
- RT 28 Perum Sosial, Kelurahan Batu Ampar
- Pemukiman Beller, Kelurahan Damai
- Gang Mariyati, Kelurahan Klandasan Ilir
Tidak hanya banjir, pergerakan tanah atau longsor juga terjadi di Jalan Penggalang RT 28 Gang 5. Pohon tumbang dilaporkan di depan SDN 004 Gn. Guntur dan Jalan Banjar, sementara kebakaran kabel PLN terjadi di Strat 3 di atas Mesjid Nursalam. Kondisi ini semakin memperparah situasi darurat yang dihadapi Balikpapan. Tim penyelamat telah melakukan evakuasi terhadap delapan korban jiwa yang tersebar di beberapa lokasi. Rincian korban jiwa meliputi dua korban di Joko Tole, satu korban di Jalan MT Haryono, satu korban di RT 20 Gn Guntur, satu korban di Jembatan Mariyati, satu korban di Gang Mufakat 1, dan tiga korban di Jalan Penegak. Ketua BPBD Balikpapan, Usman Ali, menyatakan bahwa jumlah korban yang terdampak secara keseluruhan masih dalam proses pendataan.
Hingga saat ini, hujan masih terus berlangsung di Kota Balikpapan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. BPBD Balikpapan dan instansi terkait lainnya terus berupaya untuk menangani dampak bencana ini, termasuk memberikan bantuan kepada para korban dan melakukan upaya pemulihan infrastruktur yang rusak. Situasi darurat ini menyoroti pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi, terutama di daerah-daerah yang rawan terhadap banjir dan longsor. Upaya mitigasi dan peningkatan sistem peringatan dini menjadi krusial untuk meminimalisir dampak bencana di masa mendatang.