Gereja Katolik Jakarta Gelar Masa Berkabung dan Misa Arwah untuk Paus Fransiskus
Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta, mengumumkan dimulainya masa berkabung selama sembilan hari sebagai penghormatan terakhir kepada Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik, Paus Fransiskus, yang telah berpulang. Pengumuman ini disampaikan dalam sebuah jumpa pers yang diadakan di Graha Pemuda, Gereja Katedral Jakarta, pada hari Senin, 21 April 2025.
Menurut informasi yang diterima dari Duta Besar Vatikan untuk Indonesia, masa berkabung ini merupakan periode penting dalam tradisi Katolik. Sembilan hari masa berkabung ini akan diakhiri dengan upacara pemakaman Paus Fransiskus di Roma. Seluruh umat Katolik di Keuskupan Agung Jakarta diajak untuk turut serta dalam doa dan mengenang jasa-jasa Paus Fransiskus selama memimpin Gereja Katolik.
Lebih lanjut, Kardinal Suharyo menjelaskan mengenai proses pemilihan Paus yang baru. Sesuai dengan tradisi Katolik, pemilihan Paus akan dilakukan melalui konklaf, sebuah pertemuan rahasia para kardinal dari seluruh dunia. Konklaf akan dimulai 15 hari setelah wafatnya Paus Fransiskus.
"Pemilihan Paus yang baru harus dilaksanakan 15 hari sesudah Paus meninggal. Jadi bisa dihitung hari apa, lalu konklaf itu akan diadakan dalam waktu 15 hari sesudah wafat," jelas Kardinal Suharyo.
Lama berlangsungnya konklaf tidak dapat dipastikan dan tergantung pada berbagai faktor yang berkembang selama proses pemilihan.
Sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi Paus Fransiskus, Gereja Katedral Jakarta akan menyelenggarakan Misa Requiem atau misa arwah pada hari Kamis, 25 April 2025. Kardinal Suharyo juga mengimbau agar seluruh paroki di Keuskupan Agung Jakarta dapat mengadakan misa serupa.
"Besok Kamis sore akan ada misa arwah di Gereja Katedral jam 06.00 sore," kata Romo Ignasius.
Paus Fransiskus wafat pada usia 88 tahun setelah sempat dirawat di rumah sakit selama sebulan akibat pneumonia. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi umat Katolik di seluruh dunia. Sebelum meninggal, Paus Fransiskus sempat menyapa umat pada Hari Paskah.
Sesuai dengan wasiatnya, Paus Fransiskus akan dimakamkan dalam peti kayu sederhana dan memilih tempat peristirahatan terakhir di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma, di luar kompleks Vatikan. Pilihan ini menjadikannya Paus pertama dalam lebih dari satu abad yang dimakamkan di luar Vatikan, sebuah tradisi yang biasanya menempatkan para Paus di gua-gua bawah tanah di Basilika Santo Petrus.
Rincian Acara:
- Masa Berkabung: 9 hari, dimulai 21 April 2025
- Pemakaman: Roma (tanggal belum ditentukan)
- Konklaf: Dimulai 15 hari setelah wafatnya Paus Fransiskus
- Misa Requiem di Katedral Jakarta: Kamis, 25 April 2025, pukul 18.00