Pendaki Asal Temanggung Dilaporkan Menghilang di Gunung Merbabu, Diduga Lewat Jalur Ilegal
Operasi pencarian tengah berlangsung untuk menemukan seorang pendaki bernama Sugeng Parwoto (50), warga Tlogorejo, Temanggung, yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Merbabu. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGM) bersama tim SAR dan relawan dikerahkan untuk melakukan pencarian intensif sejak pagi hari.
"Benar, kami menerima laporan mengenai seorang pendaki yang hilang di Merbabu tadi malam, dan langsung memulai pencarian pagi ini," ujar Nurpana Sulaksono, Kasubbag Tata Usaha BTNGM.
Menurut informasi yang dihimpun, Sugeng melakukan pendakian seorang diri melalui jalur Timboa yang terletak di Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali. Pihak BTNGM menegaskan bahwa jalur Timboa bukan merupakan jalur pendakian resmi yang terdaftar. Dengan kata lain, pendakian yang dilakukan Sugeng tidak memiliki izin resmi atau ilegal.
"Dia mendaki sendirian lewat jalur Timboa, sisi timur Merbabu. Jalur ini bukan jalur resmi, jadi tidak ada izinnya," tegas Nurpana.
Ciri-ciri fisik Sugeng Parwoto adalah tubuh kurus, berjenggot, dan memiliki kulit sawo matang. Terakhir kali terlihat, ia mengenakan pakaian berwarna abu-abu dan celana biru dongker. Informasi yang diterima menyebutkan bahwa Sugeng memulai pendakian pada hari Jumat (18/4) malam. Pada hari Sabtu (19/4), keberadaannya tidak diketahui dan tendanya di Pos 3 ditemukan kosong, hanya berisi beberapa barang miliknya.
Pencarian masih terus dilakukan dan pihak BTNGM berjanji akan memberikan informasi terbaru seiring perkembangan operasi pencarian. Tim SAR gabungan terus menyisir area sekitar Pos 3 dan jalur Timboa, dengan harapan dapat segera menemukan Sugeng Parwoto dalam keadaan selamat.
Upaya Pencarian Intensif Dilakukan di Tengah Medan yang Menantang
Tim SAR gabungan menghadapi tantangan yang cukup berat dalam upaya pencarian Sugeng Parwoto. Jalur Timboa, sebagai jalur ilegal, memiliki kondisi yang tidak terawat dan berpotensi berbahaya. Medan yang terjal, vegetasi yang lebat, serta perubahan cuaca yang tidak menentu menjadi kendala utama dalam operasi pencarian.
Selain itu, minimnya informasi mengenai rute yang diambil oleh Sugeng Parwoto setelah meninggalkan Pos 3 juga mempersulit tim SAR dalam mempersempit area pencarian. Pihak BTNGM mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan Sugeng Parwoto untuk segera menghubungi pihak berwenang.
Pendakian Ilegal Berisiko Tinggi
Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya yang mengintai para pendaki yang nekat mendaki melalui jalur ilegal. Selain tidak terjaminnya keamanan dan keselamatan, pendakian ilegal juga dapat merusak ekosistem gunung dan mengganggu upaya konservasi yang dilakukan oleh pihak BTNGM.
Pihak BTNGM mengimbau kepada seluruh pendaki untuk selalu mematuhi peraturan yang berlaku, melakukan pendakian melalui jalur resmi, serta melengkapi diri dengan peralatan dan perlengkapan yang memadai. Pendakian yang bertanggung jawab tidak hanya menjamin keselamatan diri sendiri, tetapi juga menjaga kelestarian alam Gunung Merbabu.