Serang Siap Terintegrasi dengan KRL: Proyek Rangkasbitung-Serang Dimulai dengan Perencanaan di Tahun 2025

Kota Serang bersiap menyambut era baru transportasi publik yang lebih modern dan terintegrasi. Pemerintah Kota Serang mengumumkan bahwa proyek perpanjangan jalur Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dari Stasiun Rangkasbitung hingga Serang akan dimulai dengan tahap perencanaan pada tahun 2025.

Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menyampaikan optimisme bahwa setelah perencanaan rampung, proses pembangunan fisik akan dimulai pada tahun 2026. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Serang, PT Kereta Api Indonesia (KAI), dan PT PLN Persero, yang bertujuan untuk menyediakan transportasi yang terjangkau dan ramah lingkungan bagi masyarakat.

Budi Rustandi menekankan bahwa kehadiran KRL adalah sebuah kebutuhan mendesak bagi masyarakat Serang. KRL diharapkan dapat menjadi solusi transportasi yang ekonomis, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi kemacetan di kota. Selain itu, KRL diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Serang dan sekitarnya.

Eksekutif Vice President (EVP) PT KAI Daop 1 Jakarta, Yuskal Setiawan, menjelaskan bahwa infrastruktur rel yang ada saat ini sudah memadai untuk dilintasi KRL. Namun, untuk mengaktifkan layanan KRL, diperlukan penambahan instalasi jaringan listrik di atas rel (overhead catenary system) di sepanjang jalur tersebut.

"Jalur Rangkasbitung ke arah Merak sudah ada, tetapi belum sepenuhnya terkoneksi dengan jaringan listrik. Oleh karena itu, instalasi jaringan listrik menjadi kunci agar KRL dapat beroperasi hingga Serang," ujar Yuskal.

General Manager PLN UID Banten, Moch Andy Adchaminoerdin, menegaskan komitmen PLN untuk mendukung penuh elektrifikasi jalur kereta api Serang–Rangkasbitung. Dukungan ini tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mewujudkan Kota Serang yang lebih maju dan berkelanjutan.

"PLN siap menyediakan ekosistem kelistrikan yang handal, aman, dan berkelanjutan untuk mendukung setiap program pembangunan di Kota Serang, termasuk pengembangan kawasan industri, transportasi, dan infrastruktur lainnya," kata Andy.

Kolaborasi antara Pemerintah Kota Serang dan PLN merupakan contoh nyata sinergi antarlembaga dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Proyek KRL Rangkasbitung-Serang diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Serang.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait proyek ini:

  • Tahun 2025: Dimulainya tahap perencanaan proyek KRL Rangkasbitung-Serang.
  • Tahun 2026: Target dimulainya proses pembangunan fisik.
  • Kolaborasi: Kemitraan antara Pemerintah Kota Serang, PT KAI, dan PT PLN Persero.
  • Manfaat: Penyediaan transportasi yang ekonomis, efisien, ramah lingkungan, dan mengurangi kemacetan.
  • Infrastruktur: Pemanfaatan jalur rel eksisting dengan penambahan instalasi jaringan listrik.
  • Dukungan PLN: Penyediaan ekosistem kelistrikan yang handal dan berkelanjutan.