Perluasan Jaringan LRT Jakarta: Lima Stasiun Baru Siap Layani Penumpang pada 2026
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memacu pembangunan infrastruktur transportasi massal dengan target pengoperasian lima stasiun baru Light Rail Transit (LRT) pada tahun 2026. Stasiun-stasiun ini merupakan bagian integral dari pengembangan LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Stasiun Velodrome hingga Stasiun Manggarai, sebuah langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas dan mengurangi kemacetan di ibu kota.
Proyek ambisius ini menandai komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menyediakan solusi transportasi yang efisien dan terintegrasi bagi warganya. Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 51,05 persen per Maret 2025, proyek LRT Jakarta Fase 1B sepanjang 6,4 kilometer ini diharapkan dapat beroperasi sesuai jadwal, memperluas jangkauan layanan LRT dari kawasan Pegangsaan Dua di Jakarta Utara hingga Manggarai di Jakarta Selatan. Total panjang lintasan Fase 1A dan 1B nantinya akan mencapai 12,2 km, memungkinkan perjalanan antara kedua titik tersebut ditempuh dalam waktu sekitar 28 menit.
Lima stasiun baru yang akan hadir dalam rute ini adalah:
- Stasiun Rawamangun (Jakarta Timur)
- Stasiun Pramuka BPKP (Jakarta Timur)
- Stasiun Pasar Pramuka (Jakarta Timur)
- Stasiun Matraman (Jakarta Timur)
- Stasiun Manggarai (Jakarta Selatan)
Kehadiran stasiun-stasiun ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap transportasi publik, terutama di wilayah-wilayah strategis dan padat aktivitas seperti Rawamangun dan Manggarai. Dengan demikian, masyarakat akan memiliki lebih banyak pilihan transportasi yang nyaman dan terjangkau.
Selain memperluas jangkauan layanan, LRT Jakarta Fase 1B juga menekankan integrasi dengan moda transportasi lain. Jalur ini akan terhubung dengan Commuter Line (KRL), Transjakarta, dan Kereta Bandara, menciptakan jaringan transportasi yang holistik dan terpadu. Selain itu, fasilitas pendukung bagi pejalan kaki juga menjadi perhatian utama, memastikan pengalaman mobilitas yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna.
Proyek ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota modern yang mengedepankan sistem transportasi massal yang efisien dan ramah lingkungan. Dengan perluasan jaringan LRT, diharapkan semakin banyak masyarakat yang beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum, mengurangi kemacetan dan meningkatkan kualitas udara di Jakarta. Integrasi dan pengembangan berkelanjutan sistem transportasi massal merupakan kunci untuk menciptakan kota yang layak huni dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. Pemprov DKI Jakarta terus berupaya untuk mewujudkan visi ini melalui berbagai proyek infrastruktur dan kebijakan yang mendukung transportasi publik.