Jalur Pendakian Gunung Merbabu Kembali Dibuka Secara Bertahap

Jalur Pendakian Gunung Merbabu Kembali Dibuka Secara Bertahap

Setelah melalui masa penutupan untuk pengembangan dan pemulihan ekosistem, Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGM) mengumumkan pembukaan bertahap jalur pendakiannya. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Balai TNGM, Anggit Haryoso, melalui pengumuman resmi di akun Instagram @btn_gn_merbabu pada Jumat, 7 Maret 2025. Pembukaan ini merupakan hasil dari penyelesaian pengembangan sistem booking online, pemeliharaan sarana dan prasarana pendakian, serta evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jalur pendakian.

Pembukaan jalur pendakian dilakukan secara bertahap, dimulai dari jalur Suwanting pada 20 Februari 2025, disusul oleh jalur Thekelan pada 11 Maret 2025, dan jalur Wekas pada 20 Maret 2025. Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran dan keamanan pendakian, serta untuk mengelola kapasitas pengunjung secara optimal. Pada tahap awal, kuota pendaki dibatasi hingga 50 persen dari kapasitas normal masing-masing jalur. Hal ini berarti, jalur Thekelan akan menerima maksimal 195 pendaki per hari, sementara jalur Wekas akan menerima 147 pendaki per hari.

Pembatasan Kuota dan Jalur yang Masih Tertutup

Kebijakan pembatasan kuota ini diterapkan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para pendaki, serta untuk meminimalkan dampak lingkungan. Penting untuk diingat bahwa meskipun jalur Thekelan dan Wekas telah dibuka, jalur pendakian Merbabu via Selo, Boyolali, masih tetap ditutup sementara. Penutupan ini akan berlangsung hingga proses persiapan pembukaan jalur tersebut selesai dilakukan. Informasi lebih lanjut mengenai pembukaan jalur Selo akan diumumkan kemudian oleh pihak TNGM.

Ketentuan dan Prosedur Pendakian

Bagi para pendaki yang ingin menikmati keindahan Gunung Merbabu, beberapa ketentuan perlu diperhatikan. Tarif tiket masuk mengikuti Peraturan Nomor 36 Tahun 2024 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selain itu, seluruh pendaki wajib mematuhi Protokol Wisata Pendakian sesuai Surat Keputusan Kepala Balai Nomor SK.39/T.35/TEK/04/2024 tanggal 26 April 2024. Protokol ini mencakup berbagai aspek, mulai dari persiapan sebelum pendakian hingga pengelolaan sampah selama dan setelah pendakian. Penting bagi setiap pendaki untuk mempelajari dan mematuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan untuk menjaga kelestarian alam dan keamanan bersama.

Pendaftaran Online Wajib

Sebagai langkah modernisasi dan efisiensi manajemen pengunjung, pendaftaran pendakian di TNGM kini dilakukan secara online melalui laman www.tngunungmerbabu.org. Sistem booking online ini diharapkan dapat mempermudah proses pendaftaran dan memberikan informasi yang lebih akurat kepada para pendaki mengenai ketersediaan kuota dan kondisi jalur pendakian. Para pendaki diimbau untuk melakukan pendaftaran jauh hari sebelum tanggal pendakian yang direncanakan untuk menghindari kekecewaan.

Dengan pembukaan bertahap ini, TNGM berharap dapat memberikan pengalaman pendakian yang aman, nyaman, dan bertanggung jawab bagi para pecinta alam, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan Gunung Merbabu untuk generasi mendatang.