Antusiasme Warga Jakarta Tertipu Hoaks Rekrutmen PPSU di Balai Kota
Gelombang warga Jakarta memadati Balai Kota pada Selasa (22/4/2025) dengan harapan dapat mengisi posisi sebagai petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Namun, antusiasme mereka ternyata berlandaskan informasi palsu yang beredar luas di media sosial dan aplikasi pesan instan.
Kisah serupa dialami Kahfi, warga Ciganjur berusia 30 tahun, yang mengaku mendapatkan informasi rekrutmen dari grup WhatsApp komunitas ibu-ibu. Tanpa ragu, ia segera menuju Balai Kota dengan harapan dapat segera bekerja.
"Saya tahu info lowongan dari grup WhatsApp ibu-ibu dishare, diforward. Makanya saya langsung berangkat," ujar Kahfi.
Sumira (46), warga Jakarta Barat, juga mengalami hal serupa. Informasi perekrutan ia peroleh dari grup WA RT. Sempat ragu karena trauma dengan berita bohong sebelumnya, Sumira akhirnya memutuskan untuk datang langsung ke Balai Kota untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
"Di grup WhatsApp RT jadi di grup itu kan ada warga, dikasih info sama kader. Nah terus kita ngecek tuh bener apa hoaks, kan pernah siliganti tuh hoaks. Nah kita cek langsung di sini," kata Sumira. Bahkan, Sumira telah mengikuti tes bebas narkoba dengan biaya Rp 150.000, mengikuti persyaratan yang tertera dalam pesan hoaks tersebut.
Riri Agustianto (40), seorang pelamar lainnya, mengungkapkan bahwa dirinya mengetahui informasi lowongan dari Facebook dan YouTube. Ia bahkan telah menyiapkan berkas lamaran sejak malam sebelumnya, berharap mendapatkan rezeki.
"Saya tahu lowongan dari Facebook sama YouTube udah tersebar tuh, dari situ kita coba-coba, siapa tahu rezeki," ungkap Riri. "Jadi di info itu disuruh datang ke Balai Kota ya saya datanglah, sayakan niat saya niat cari kerja. Sekarang saya ojek online," lanjutnya.
Menanggapi kejadian ini, Staf Khusus Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, dengan tegas menyatakan bahwa pesan berantai tersebut adalah hoaks. Ia menjelaskan bahwa rekrutmen Pekerja Jasa Lainnya Perorangan (PJLP), termasuk PPSU, seharusnya dilakukan oleh wilayah atau suku dinas terkait, sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
"Hoaks pesan WhatsApp mekanisme pendaftaran lowongan PPSU dan pasukan lainnya," tegas Chico.
Untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang, Chico mengimbau masyarakat untuk mengakses informasi resmi melalui situs Pemprov DKI Jakarta (www.jakarta.go.id) dan kanal lowongan kerja. Pendaftaran secara online akan mempermudah proses dan menghindari kebingungan.
Meski demikian, Pemprov Jakarta mengapresiasi antusiasme warga yang telah datang ke Balai Kota. Seluruh dokumen lamaran yang telah diterima akan diteruskan kepada pihak berwenang untuk diproses lebih lanjut.
"Kami sudah menerima lamaran dengan baik dan akan kami teruskan pada yang berwenang untuk dapat melakukan proses seleksi dan kami tekankan proses ini harus berjalan profesional dan benar-benar sesuai kapasitas, tidak ada titipan dan lain sebagainya," pungkas Chico.