Produk Elektronik Bekas Impor Banjiri Mangga Dua, Pedagang Klaim Keasliannya
Pedagang di pusat perbelanjaan Harco Mangga Dua, Jakarta, menyatakan bahwa mereka banyak menerima produk elektronik bekas melalui impor. Namun, mereka menegaskan bahwa barang-barang bekas yang dijual adalah asli dan bukan produk bajakan.
Deny Tan, perwakilan Asosiasi Harco Mangga Dua Computer Center (HMCC), menjelaskan bahwa produk-produk seperti iPhone, Macbook, dan iMac bekas diimpor dan dijual sebagai barang bekas dengan jaminan keaslian.
"Kami memang menerima barang bekas produk Apple, seperti iPhone bekas, Macbook atau iMac bekas. Semuanya berstatus bekas, tetapi produknya original dari Apple," ujar Deny.
Menurut Deny, penjualan produk bekas di Harco Mangga Dua memberikan alternatif bagi konsumen dengan anggaran terbatas yang tetap menginginkan produk asli.
"Konsumen bisa memilih. Jika memiliki anggaran terbatas tetapi menginginkan produk original, mereka bisa membeli iMac atau Macbook bekas," tambahnya.
Selain itu, produk elektronik bekas lainnya seperti baterai, earphone, dan adaptor juga diimpor dari luar negeri dan diklaim sebagai barang asli, bukan produk bajakan atau KW.
Rudi, seorang karyawan toko laptop, mengungkapkan bahwa banyak pembeli mencari produk lama dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga aslinya.
"Selalu ada yang berminat membeli laptop dengan prosesor Celeron karena harganya murah. Kadang-kadang, mereka membelinya untuk anak mereka gunakan mengetik santai," kata Rudi.
Laptop bekas yang dijual di Harco Mangga Dua umumnya diimpor dari negara-negara seperti Singapura dan China. Meskipun bekas, perangkat-perangkat ini seringkali masih dalam kondisi baik karena sebelumnya digunakan untuk pekerjaan kantoran dalam waktu singkat.
"Laptop seperti Thinkpad biasanya berasal dari perkantoran. Mereka menggunakannya selama beberapa tahun sebelum menggantinya," jelas Rudi.
Sebelumnya, Pemerintah Amerika Serikat mengeluhkan keberadaan Pasar Mangga Dua sebagai sarang barang bajakan, yang menghambat hubungan dagang dengan Indonesia. Dalam laporan 2025 National Trade Estimate Report on Foreign Trade Barriers yang disusun oleh Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR), Pasar Mangga Dua terus berada dalam daftar pantauan prioritas otoritas perdagangan AS, bersama dengan beberapa pasar daring di Indonesia.
Walaupun Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk menindak peredaran barang bajakan, pelaku usaha di AS masih khawatir dengan banyaknya produk bajakan yang beredar di kawasan Mangga Dua dan sekitarnya. Pemerintah AS mendesak Indonesia untuk bertindak lebih tegas terhadap peredaran produk bajakan, sebagai bagian dari diplomasi terkait perdagangan antara kedua negara.