SNPMB Perketat Pengawasan UTBK 2025, Kecurangan Berujung Sanksi Pidana

Badan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) meningkatkan pengawasan secara signifikan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) tahun 2025. Langkah ini diambil untuk meminimalisir potensi kecurangan yang mungkin terjadi selama proses seleksi.

Wakil Ketua I Tim Penanggung Jawab SNPMB, Muryanto Amin, menyatakan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi berbagai potensi kecurangan yang mungkin timbul, mulai dari tahap pendaftaran hingga pelaksanaan ujian. Upaya mitigasi telah disiapkan untuk mengantisipasi dan mencegah terjadinya pelanggaran.

"Mulai dari proses pendaftaran, lalu kemudian persiapan, itu pola-pola kecurangan yang kita lihat dari tahun yang lalu bentuknya, serta kita prediksi, itu sudah kita mitigasi," ujar Muryanto Amin dalam konferensi pers di Universitas Indonesia, Depok.

SNPMB tidak akan mentolerir segala bentuk kecurangan. Sanksi tegas akan diberlakukan bagi peserta yang terbukti melakukan pelanggaran, bahkan hingga jerat pidana. Muryanto Amin menegaskan bahwa pengawasan dilakukan secara komprehensif, mencakup darat, laut, dan udara. Pengawasan darat dilakukan melalui monitoring langsung, sementara pengawasan udara melibatkan pemantauan server dan pengamanan sistem.

"Sanksinya itu berat. Bahkan sampai ke polisi dan bahkan ada sampai yang dipidana," tegasnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Khairul Munadi, menambahkan bahwa SNPMB telah memperkuat sistem pengawasan, Standar Operasional Prosedur (SOP), dan pengawasan di ruang ujian. Selain itu, Khairul menekankan pentingnya menumbuhkan budaya jujur di kalangan peserta UTBK. Pendidikan, menurutnya, tidak hanya tentang lulus ujian, tetapi juga tentang kemampuan untuk menghindari godaan berbuat curang.

Khairul Munadi mengatakan:

"Tapi ada juga yang lebih penting, ya. Sebetulnya kita juga bersama-sama ingin menumbuhkan budaya jujur, budaya kejujuran kepada adik-adik peserta, gitu ya," ujar Khairul.

"Karena apapun sejatinya pendidikan tak hanya masalah lulus ujian, tapi juga bagaimana lulus dari godaan ke curang, kan. Nah ini juga kita sampaikan, ya. Kita sosialisasikan kepada adik-adik sebelum ujian berlangsung," pungkasnya.

SNPMB berharap dengan langkah-langkah pengawasan yang ketat dan penanaman nilai-nilai kejujuran, pelaksanaan UTBK SNBT 2025 dapat berjalan dengan lebih baik dan menghasilkan calon mahasiswa yang berkualitas dan berintegritas.