Transformasi Desa Tugu Selatan: Dari Pandemi ke Era Digital Berkat Inisiatif Internet Pedesaan
Di balik sejuknya kawasan Puncak, Bogor, tersembunyi sebuah kisah transformasi digital yang inspiratif. Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, berhasil memanfaatkan momentum pandemi COVID-19 untuk meluncurkan program internet pedesaan yang berkelanjutan. Inisiatif ini, yang digerakkan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tugu Selatan Mandiri, tidak hanya membuka akses informasi dan komunikasi bagi warga, tetapi juga menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial desa.
Kisah sukses ini bermula dari sebuah bangunan mangkrak yang dulunya berfungsi sebagai gudang. Di tangan Dadang Juanda, Direktur BUMDes Tugu Selatan Mandiri, bangunan tersebut disulap menjadi kantor operasional pada tahun 2021, tepat di tengah gelombang pandemi. Dadang mengungkapkan bahwa ide untuk mendirikan BUMDes muncul seiring dengan adanya program Desa Digital dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Program ini menjadi angin segar dan menginspirasi mereka untuk memulai unit usaha digitalisasi dengan nama "Pangrango Vibes".
Pangrango Vibes menggandeng penyedia layanan internet, Lintas Satu Visi, untuk merealisasikan visinya. Kemitraan ini membuahkan hasil dengan terhubungnya 500 rumah tangga (SR) ke jaringan internet. Kehadiran internet menjadi solusi krusial di tengah pembatasan sosial yang mengharuskan anak-anak belajar daring dan masyarakat beraktivitas dari rumah. Meskipun demikian, perjalanan Pangrango Vibes tidak selalu mulus. Tantangan berat datang ketika aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menghambat mobilitas, dan modem serta kabel yang sangat dibutuhkan tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok.
"Usaha internet sempat berhenti, karena nggak ada alat, tertahan di Priok. Rusak, terendam selama 6 bulan di Tanjung Priok. Nggak bisa keluar kan tuh 1 kontainer. Usaha nggak langsung mulus sih," ungkap Dadang.
Namun, semangat pantang menyerah membara di dada Dadang dan timnya. Mereka terus berjuang dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Program Desa Digital kemudian bertransformasi menjadi perjanjian kerja sama yang berkelanjutan antara Pangrango Vibes dan Lintas 1 Visi. Secara bertahap, usaha ini mulai menunjukkan perbaikan, terutama setelah pandemi mereda pada tahun 2023.
Pangrango Vibes menawarkan berbagai paket layanan internet dengan harga yang kompetitif, mulai dari 20 Mbps seharga Rp 250.000 per bulan hingga 100 Mbps seharga Rp 550.000 per bulan. Keempat karyawan yang mengoperasikan layanan ini berkantor di kantor BUMDes.
Kesuksesan Pangrango Vibes tidak hanya berhenti pada penyediaan layanan internet. BUMDes Tugu Selatan Mandiri juga melebarkan sayapnya ke berbagai sektor lain, seperti menjadi distributor produk makanan dan minuman dari Mayora, membuka kafe di tempat landing paralayang Gunung Mas, mengembangkan usaha wisata naik kuda bernama Kampung Koboy, beternak sapi, dan menjadi agen BRILink sejak 2023. Diversifikasi usaha ini membuktikan bahwa digitalisasi dapat menjadi fondasi yang kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara holistik.
BRI mengakui potensi Desa Tugu Selatan dan menobatkannya sebagai Desa BRILian. Program inkubasi ini bertujuan untuk mendukung pengembangan desa melalui empat aspek utama: penguatan BUMDes, digitalisasi, inovasi, dan sustainability. Sekretaris BUMDes Tugu Selatan Mandiri, Muslihat Arifaghani, menjelaskan bahwa BRI Unit Cisarua tertarik untuk menggandeng mereka karena melihat potensi besar yang dimiliki desa dengan banyaknya pelaku usaha kecil. Kerja sama ini meliputi pelatihan dan pendampingan dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, yang membantu BUMDes meningkatkan Standar Operasional Prosedur (SOP), manajemen, dan tata kelola pemerintahan.
Pakar ekonomi pedesaan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Desti Fitriani, mengapresiasi inisiatif BUMDes Tugu Selatan Mandiri. Menurutnya, kunci sukses BUMDes adalah kemampuan untuk melihat tantangan sebagai peluang. Dalam kasus ini, kebutuhan masyarakat desa akan akses internet berhasil dijawab dengan layanan digitalisasi Pangrango Vibes. Desti juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pihak swasta, seperti yang dilakukan Pangrango Vibes dengan Lintas Satu Visi, untuk meningkatkan efisiensi dan profesionalitas.
Kisah Desa Tugu Selatan adalah bukti nyata bahwa digitalisasi dapat mengubah wajah desa menjadi lebih modern, maju, dan sejahtera. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, desa-desa lain di Indonesia dapat mencontoh keberhasilan ini untuk mewujudkan potensi penuh mereka di era digital.