Tragedi Banjir Barito Selatan: Remaja Pamait Meregang Nyawa Terseret Arus
Hujan deras yang melanda wilayah Barito Selatan, Kalimantan Tengah, telah memicu bencana banjir yang merenggut nyawa seorang remaja berusia 13 tahun bernama Hairul Ilmi. Insiden tragis ini terjadi di Desa Pamait, Kecamatan Dusun Selatan, menambah duka mendalam bagi masyarakat setempat.
Menurut keterangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Selatan, peristiwa nahas ini bermula ketika Hairul Ilmi, tengah berada di sekitar rumahnya yang terendam banjir pada Selasa sore. Korban dilaporkan terseret arus deras dan menghilang di bawah bangunan rumahnya. Upaya pencarian segera dilakukan oleh warga sekitar yang menemukan Hairul dalam kondisi tidak sadarkan diri di kolong rumah. Korban dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.
Sayangnya, segala upaya penyelamatan nyawa Hairul tidak berhasil. Petugas medis menyatakan remaja tersebut telah meninggal dunia. BPBD Barito Selatan menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas kejadian ini dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya banjir.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Barito Selatan, Alpius Patanan, menekankan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak selama musim banjir. Ia mengingatkan agar anak-anak tidak dibiarkan bermain di area banjir atau dekat aliran sungai yang meluap untuk menghindari risiko tenggelam atau terseret arus.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah rawan banjir, untuk selalu waspada terhadap peningkatan debit air sungai, terutama saat hujan deras berlangsung dalam waktu yang lama," ujar Alpius.
BPBD juga meminta masyarakat untuk terus memantau informasi dan arahan dari pemerintah daerah serta segera melakukan evakuasi jika diperlukan. Pihaknya telah menyiagakan personel dan posko darurat selama 24 jam di seluruh wilayah Kalimantan Tengah untuk merespon dengan cepat setiap laporan kejadian darurat.
Tragedi yang menimpa Hairul Ilmi menjadi pengingat pahit akan bahaya banjir dan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam. Pemerintah daerah dan BPBD terus berupaya untuk meningkatkan sistem peringatan dini dan edukasi kepada masyarakat agar dapat mengurangi risiko dan dampak buruk dari bencana banjir.