Mengapa Dokter Kandungan Pria Lebih Banyak? Perspektif Dokter Obgyn Wanita

markdown

Dominasi Pria dalam Profesi Dokter Kandungan: Sebuah Tinjauan dari Perspektif Wanita

Profesi obstetri dan ginekologi (obgyn) atau yang lebih dikenal sebagai dokter kandungan, secara historis didominasi oleh kaum pria. Meskipun saat ini semakin banyak wanita yang memilih spesialisasi ini, pertanyaan mengenai mengapa jumlah dokter kandungan pria masih lebih banyak daripada wanita terus menjadi perbincangan menarik. Seorang dokter obgyn wanita, dr. Fita Maulina, SpOG, yang berpraktik di sebuah rumah sakit swasta, memberikan pandangannya mengenai fenomena ini.

Dr. Fita mengungkapkan bahwa salah satu tantangan utama bagi wanita yang memilih menjadi dokter kandungan adalah tuntutan profesi yang seringkali melibatkan tindakan pembedahan dan waktu kerja yang tidak teratur.

"Sebagai seorang wanita, kita juga memiliki peran sebagai ibu dan istri. Pembagian waktu antara karir dan keluarga menjadi pertimbangan penting," jelasnya. Profesi dokter kandungan seringkali menuntut kesiapan untuk dipanggil kapan saja, terutama dalam kasus persalinan. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi wanita yang memiliki tanggung jawab keluarga.

Kekhawatiran Pasien Terkait Kekerasan Seksual

Merespons isu kekerasan seksual yang belakangan marak terjadi, dr. Fita mengimbau masyarakat untuk tidak ragu berkonsultasi dengan dokter obgyn, baik pria maupun wanita. Ia menekankan pentingnya memahami prosedur dan etika yang berlaku dalam pemeriksaan kandungan.

Berikut beberapa hal penting yang perlu diketahui pasien saat berkonsultasi dengan dokter obgyn:

  • USG Tidak Selalu Membutuhkan Dua Tangan: Dokter obgyn tidak selalu membutuhkan dua tangan saat melakukan USG. Alat probe yang digunakan sudah cukup untuk mendeteksi dan mengikuti pergerakan janin.
  • Kode Etik Dokter: Dokter obgyn, baik pria maupun wanita, terikat oleh kode etik yang ketat. Pemeriksaan USG, terutama bagi pasien yang belum menikah, dilakukan dengan sangat hati-hati dan memperhatikan kenyamanan pasien. Jika pasien belum pernah berhubungan seksual, USG dapat dilakukan melalui perut atau melalui saluran pembuangan (transrektal) setelah mendapatkan persetujuan pasien.
  • Pemeriksaan Dalam Singkat: Pemeriksaan dalam dilakukan dengan durasi yang relatif singkat, rata-rata maksimal 30 detik. Pemeriksaan ini umumnya dilakukan pada usia kehamilan 37 minggu ke atas, ketika kehamilan sudah cukup bulan. Dokter juga tidak melakukan manuver yang tidak perlu selama pemeriksaan.

Dr. Fita berharap penjelasan ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat mengenai profesi dokter kandungan dan menghilangkan kekhawatiran yang mungkin timbul.