Banjir Pejaten Timur: Warga Mengungsi, Menanti Solusi Permanen dari Pemerintah
Banjir Pejaten Timur: Warga Mengungsi, Menanti Solusi Permanen dari Pemerintah
Banjir akibat luapan Kali Ciliwung kembali menerjang wilayah Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Senin, 3 Maret 2025. Peristiwa ini mengakibatkan terendamnya RW 07 dan RW 08, dengan ketinggian air bervariasi. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat ketinggian air mencapai 30 sentimeter hingga 370 sentimeter pada pukul 10.00 WIB. Namun, seorang warga, Sudrajat (58), mengungkapkan bahwa di beberapa titik, ketinggian air bahkan mencapai empat meter, nyaris merendam seluruh rumahnya yang berlantai dua.
Kondisi geografis wilayah tersebut, yang memiliki kontur menurun dari Jalan Al-Makmur dan berdekatan dengan Kali Ciliwung, membuat kawasan ini rentan terhadap banjir. Warga yang rumahnya terendam sebagian besar mengungsi. Beberapa warga berlindung di lantai dua rumah tetangga yang masih aman, sementara yang lainnya mencari perlindungan di tempat yang lebih tinggi, seperti di sepanjang Jalan Al-Makmur. Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah warga terpaksa berlindung di depan ruko-ruko yang tutup, berhimpitan di bawah kanopi atau meringkuk di atas lantai semen yang tidak rata.
Situasi ini menyiratkan kurangnya tempat pengungsian yang memadai dan layak bagi warga terdampak banjir. Ketidakpastian kondisi cuaca semakin menambah kekhawatiran warga. Langit mendung yang menyelimuti Pejaten Timur pada pukul 11.46 WIB memicu kecemasan akan kemungkinan hujan susulan yang dapat memperparah keadaan. Minharudin (43), salah seorang warga yang rumahnya terendam, mengungkapkan kekecewaannya atas minimnya solusi permanen dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengatasi permasalahan banjir yang telah berulang kali terjadi sejak tahun 2001. "Harapan saya ada solusi untuk mengatasi banjir. Karena sejak saya tinggal dari 2001, selalu banjir, sampai sekarang, belum ada solusi yang pasti. Iya sudah langganan. Cuma ini paling tinggi," ujarnya, menggambarkan keputusasaannya.
Kondisi ini menunjukkan urgensi penanganan banjir di Pejaten Timur secara komprehensif dan berkelanjutan. Tidak hanya penanganan darurat saat banjir terjadi, tetapi juga dibutuhkan solusi jangka panjang untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan. Hal ini meliputi upaya normalisasi Kali Ciliwung, penataan kawasan rawan banjir, dan peningkatan infrastruktur penanggulangan banjir. Pemerintah perlu segera mengambil langkah konkret untuk memberikan rasa aman dan kepastian bagi warga Pejaten Timur agar mereka tidak lagi hidup dalam bayang-bayang ancaman banjir setiap tahunnya.
Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:
- Ketinggian Banjir: Bervariasi, dari 30 cm hingga 4 meter.
- Lokasi Terdampak: RW 07 dan RW 08, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
- Penyebab Banjir: Luapan Kali Ciliwung.
- Kondisi Pengungsian: Minimnya tempat pengungsian yang layak, warga mengungsi di depan ruko, di lantai dua rumah tetangga.
- Kecemasan Warga: Kecemasan akan hujan susulan dan minimnya solusi jangka panjang dari pemerintah.
- Harapan Warga: Solusi permanen dari Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi banjir.