Duka Mendalam: Mahasiswa S2 UGM Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Impian Motor Baru Belum Terwujud

Kabar duka menyelimuti keluarga Ngadi di Dusun Srumbung, Desa Bergas Kidul, Kabupaten Semarang. Putra tercinta mereka, Muhammad Nastain (30), seorang mahasiswa pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya yang terletak di Manggung, Caturtunggal, Sleman, pada hari Selasa (22/4/2025).

Suasana pilu tampak jelas di kediaman Ngadi. Sambil menyeka air mata, Ngadi dengan tabah menerima kedatangan para pelayat yang berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa. Di mata sang ayah, Nastain adalah sosok yang pekerja keras, sederhana, dan selalu rendah hati. Ia tidak pernah mengeluh, bahkan tetap setia menggunakan sepeda motor Honda Beat keluaran lama, meskipun teman-temannya sudah banyak yang beralih menggunakan mobil.

"Saya berencana memberikan motor baru untuknya di Jogja, lalu motor lamanya akan saya bawa pulang. Tetapi belum sempat terlaksana, takdir berkata lain," ujar Ngadi dengan nada sedih. Bahkan, ketika ditawarkan mobil, Nastain menolak. Akhirnya, Ngadi memutuskan untuk membelikan motor baru sebagai bentuk kasih sayang kepada putranya.

Ngadi menceritakan bahwa sejak kecil, Nastain lebih gemar membaca buku daripada bermain dengan teman-temannya. Buku-buku tersebut bahkan dibacanya berulang-ulang hingga halamannya tampak lusuh. Ketekunan inilah yang mengantarkan Nastain meraih prestasi akademik yang gemilang. Ia berhasil menyelesaikan pendidikan S1 Biologi di Universitas Diponegoro (Undip), kemudian melanjutkan studi S2 Biologi di UGM. Saat ini, Nastain tengah mempersiapkan diri untuk mendaftar program doktoral (S3) di UGM.

Kenangan terakhir Ngadi bersama Nastain adalah saat perayaan Idul Fitri 1446 H. Saat itu, tidak ada firasat buruk yang dirasakan oleh Ngadi. Segalanya berjalan seperti biasa, penuh kehangatan dan kebahagiaan keluarga.

Penemuan jenazah Nastain bermula ketika pemilik kos, Dimas, menerima laporan dari penghuni lain mengenai bau tidak sedap yang berasal dari lantai dua. Dimas kemudian mencoba memeriksa kamar Nastain melalui jendela yang tidak terkunci. Betapa terkejutnya Dimas ketika melihat Nastain sudah tergeletak di lantai dalam kondisi berdarah dan mulai membusuk. Ia pun segera melaporkan kejadian tersebut kepada ketua RT setempat.

"Ada anak kos yang menghubungi saya dan memberitahukan tentang bau tidak enak di lantai 2," ungkap Dimas.

Setelah melihat kondisi Nastain, Dimas langsung bergegas mencari ketua RT untuk melaporkan kejadian tersebut. Dimas mengenal Nastain sebagai penghuni lama yang baik dan dikenal sebagai mahasiswa S3 yang juga aktif mengajar, meskipun ia tidak mengetahui pasti di mana Nastain mengajar.

"Dia sudah lama tinggal di sini. Anaknya baik. Setahu saya, dia sedang melanjutkan S3," kata Dimas.

Kepergian Nastain yang mendadak ini meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, teman-teman, dan seluruh pihak yang mengenalnya. Impiannya untuk meraih gelar doktor dan memiliki motor baru kini hanya tinggal kenangan.