Fakta Baru Kasus Mutilasi di Serang: Hasil Otopsi Bantah Pengakuan Tersangka Soal Kehamilan Korban

Kabar mengejutkan datang dari penyelidikan kasus mutilasi yang menggemparkan Serang, Banten. Tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten secara resmi menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya janin di dalam rahim Siti Amelia (19), korban pembunuhan keji tersebut. Temuan ini berbanding terbalik dengan pengakuan tersangka, Mulyana, yang sebelumnya mengaku melakukan mutilasi karena panik dan tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan korban.

Dokter Forensik RS Bhayangkara Polda Banten, dr. Donald Rinaldi Kusumaningrat, menjelaskan bahwa pemeriksaan mendalam telah dilakukan terhadap organ reproduksi korban saat otopsi. "Saat otopsi, rahim korban kami periksa dan ditemukan kosong. Dengan demikian, kami tidak dapat mengkonfirmasi adanya kehamilan," tegasnya. Hasil otopsi ini menjadi titik balik penting dalam mengungkap motif sebenarnya di balik pembunuhan sadis tersebut.

Selain membantah klaim kehamilan, tim forensik juga mengungkap fakta lain yang tak kalah mengerikan. Dr. Donald menyatakan bahwa Siti Amelia dibunuh dalam keadaan hidup. Bukti ini diperkuat dengan ditemukannya jelaga pada tenggorokan korban, yang mengindikasikan bahwa korban masih bernapas saat terjadi pembakaran. "Adanya jelaga di tenggorokan korban menjadi bukti kuat bahwa pembakaran terjadi saat korban masih hidup," paparnya. Jenazah Siti Amelia ditemukan dengan luka bakar di bagian bokong dan wajah.

Kapolresta Serang Kota, Kombes Pol Yudha Satria, sebelumnya mengungkapkan bahwa tersangka Mulyana mengaku emosi dan tidak bersedia bertanggung jawab atas kehamilan Siti Amelia yang diakuinya sebagai kekasih sejak tahun 2021. Pengakuan ini menjadi dasar awal penyelidikan, namun temuan terbaru dari tim forensik ini membuka kemungkinan adanya motif lain yang lebih kompleks dan tersembunyi.

полиция juga menemukan bukti percakapan WhatsApp yang menunjukkan adanya upaya untuk menggugurkan kandungan. Percakapan ini sempat memperkuat dugaan kehamilan korban, namun kini menjadi pertanyaan baru setelah hasil otopsi membuktikan sebaliknya.

Dengan adanya temuan ini, pihak kepolisian akan mendalami lebih lanjut motif sebenarnya dari pembunuhan dan mutilasi Siti Amelia. Keterangan tersangka akan kembali diuji dan dikonfrontasi dengan bukti-bukti forensik yang telah dikumpulkan. Kasus ini masih terus bergulir dan publik menanti pengungkapan kebenaran yang sesungguhnya.