Lonjakan Kasus Demam Berdarah di Demak: RSUD Sunan Kalijaga Catat 161 Pasien Dirawat
Kabupaten Demak mencatatkan peningkatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sunan Kalijaga Demak melaporkan adanya lonjakan pasien yang dirawat akibat penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti ini.
Menurut keterangan dari dr. Abdul Rohman, Kepala Bidang Pengembangan Rumah Sakit, Humas, dan Rekam Medis RSUD Sunan Kalijaga, peningkatan kasus DBD mulai terasa sejak awal April 2025. Meskipun demikian, tren peningkatan tersebut mulai menunjukkan penurunan pada akhir bulan yang sama. Total pasien DBD yang tercatat dan mendapatkan perawatan di RSUD Sunan Kalijaga hingga saat ini mencapai 161 orang.
"Memang benar terjadi peningkatan kasus DBD di bulan April jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Namun, kami melihat adanya penurunan dibandingkan dengan awal hingga pertengahan April," ungkap dr. Rohman.
Data menunjukkan bahwa pada bulan Maret, RSUD Sunan Kalijaga mencatat sebanyak 157 pasien dengan gejala yang mengarah pada infeksi virus dengue. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan jumlah pasien yang tercatat pada bulan April.
Kabar baiknya, dr. Rohman menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kasus kematian yang disebabkan oleh DBD di RSUD Sunan Kalijaga.
Menghadapi situasi ini, pihak RSUD Sunan Kalijaga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Upaya pencegahan yang paling efektif adalah dengan menerapkan gerakan 3M Plus, yang meliputi:
- Menguras: Membersihkan tempat-tempat penampungan air secara rutin, seperti bak mandi, ember, dan vas bunga.
- Menutup: Menutup rapat tempat penampungan air agar nyamuk tidak dapat masuk dan berkembang biak.
- Mendaur Ulang: Mendaur ulang atau mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat genangan air, seperti ban bekas, botol plastik, dan kaleng.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk melakukan tindakan pencegahan tambahan (Plus), seperti menggunakan obat nyamuk, memasang kelambu di tempat tidur, dan menaburkan bubuk abate di tempat penampungan air yang sulit dikuras.
"Pemberantasan sarang nyamuk merupakan kunci utama dalam upaya pencegahan dan pengendalian DBD," tegas dr. Rohman.
Lebih lanjut, dr. Rohman mengingatkan masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala demam tinggi yang berlangsung lebih dari tiga hari. Diagnosis dan penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi serius akibat DBD.
"Jika mengalami demam yang tidak kunjung turun selama lebih dari tiga hari, segera periksakan diri ke puskesmas atau dokter praktik untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat," pungkasnya.